Ambon, Kapal motor penyeberangan (KMP) Tatihu akan segera melayari
rute dari Wahai, Kabupaten Maluku Tengah
hingga ke Sorong, Papua Barat. Pembukaan rute ini, karena tingginya
frekuensi warga dari Maluku ke Papua Barat
maupun Papua.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Maluku Ujir Halid di
Ambon, belum lama ini.
"Pengoperasian KMP Tatihu di rute tersebut cukup strategis untuk
pengangkutan warga maupun pemasaran produksi petani dari Maluku ke Papua Barat,"
ujarnya.
Dibukanya rute pelayaran Wahai hingga Sorong juga ekonomis dari segi
biaya dan waktu tempuh, karena tidak lagi singgah di Ambon.
 |
| Ilustrasi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) |
"Pokoknya rute Wahai-Sorong pergi pulang itu bermanfaat ganda bagi
dua provinsi. Ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan trans Maluku
dengan tujuan membuka akses ke arah Papua Barat maupun Papua serta ke Indonesia
bagian tengah hingga barat," kata Ujir.
Rencananya, KMP Tatihu akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah
yakni Panca Karya, yang akan melayari rute Wahai (Seram Utara), Waigama (Pulau
Misol) dan Sorong.
“Kapal bantuan pemerintah pusat itu, berbobot 750 GT, dengan kapasitas
219 penumpang bersumber dari APBN 2011/2012 senilai Rp 35 Milyar. Rute yang akan dilayari meliputi Wahai,
Waigama dan Sorong,” jelasnya.(**)