Bentrokan Antar Napi Terjadi Di Lapas Tual Maluku

Langgur,
Ilustrasi Bentrok Di Lapas
Bentrokan antar sesama tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kembali terjadi. Kali ini, keributan antar sesama penghuni lapas tersebut terjadi di Lapas Tual, Kabupaten Maluku Tenggara pada Senin (29/7), sekitar pukul  08.30 Wit. Pemicunya diduga kuat akibat adanya kecemburuan di antara sesama tahanan soal ijin keluar masuk lapas yang diberikan pihak lapas kepada sejumlah tahanan.
Akibat dari bentrokan itu, menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas dalam lapas yang menampung narapidana sebanyak 109 orang ini, diantaranya kaca-kaca pecah dan sejumlah jendela pada lembaga tersebut mengalami kerusakan.Kepala Lapas Tual, B. Risakotta, S. Sos, saat dikonfirmasi Dhara Pos.com, Senin (29/7) di TKP terkait kejadian ini, sangat menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut.
“Selama ini hubungan antara sesama penghuni lapas terjalin dengan baik,tapi entah kenapa tiba-tiba bisa timbul bentrokan ini,” sesalnya.
Sementara, Definubun, salah seorang tahanan yang ditemui di lokasi kejadian menuding perlakuan Kalapas yang tidak jujur dan adil terhadap para tahanan.
”Mengapa Kalapas membiarkan dan membebaskan 30 tahanan keluar masuk lapas sedangkan tahanan yang lainnya,tetap berada di balik jeruji besi. Makanya, timbul kecemburuan yang berujung pada bentrokan dan pengrusakan sejmlah fasilitas yang ada di lembaga tersebut,” tudingnya.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah Kepala Satuan Pengamanan Lapas, H. S. Matdoan. Menurutnya, Kalapas memberikan ijin keluar–masuk bukan untuk 30 orang itu saja.
“Hampir semua mendapatkan giliran ijin, namun itu pun dilihat juga dari prestasi, tidak asal diberikan ijin,” jelasnya.
Namun, ditegaskan Matdoan, dengan adanya keributan dan pengrusakan fasilitas penjara oleh para tahanan, maka Kalapas akan bersikap tegas terhadap seluruh staf yang bertugas di Lapas untuk tidak memberikan ijin kepada tahanan siapapun.                
Hingga berita ini dinaikkan, situasi Lapas sudah kondusif sementara, pihak aparat keamanan menyiagakan sebanyak 20 personel Brimob Malra untuk mengamankan TKP.
Wakil Kepala Polres Malra, Kompol. Edison Vika, SH, belum bersedia memberikan keterangan saat dimintai komentarnya terkait kejadian tersebut. Alasannya, karena dirinya masih menunggu hasil penyelidikan yang semetara ini sedang dilakukan anggotanya.
“Masalah bentrokan di lapas ini akan tetap di proses,” tandasnya.(obm)

Label: