Studio Produksi LPP RRI Skouw Di Perbatasan RI-PNG Resmi Dibuka

RRI Studio Produksi Skouw

Papua, Dharapos.com
Walikota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tommy Mano, MM, Rabu (8/10) meresmikan Studio produksi Lembaga Penyiaran Publik RRI Skouw FM.98,3 Mhz Mambo, Distrik Muara Tami, kota Jayapura Provinsi Papua.

Walikota dan rombongan saat tiba di perbatasan NKRI – PNG langsung disambut dengan tarian adat Skouw  dan tarian oleh sanggar Krido Budoyo Banyuwangi serta masyarakat setempat.

Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah pimpinan SKPD Pemkot Jayapura,kepala Distrik Muara 
Tami, Ondoafi Skouw Mambo, Skouw Say, Skouw Yambe dan Mosso.

Walikota dalam sambutannya mengatakan LPP RRI sebagai lembaga penyiaran tertua di Indonesia dan khususnya di tanah Papua dengan kehadiran LPP RRI Stasion produksi Skouw yang ditempatkan tepat di daerah perbatasan RI-PNG dimaksudkan untuk menarik masyarakat sekaligus melayani masyarakat dimana saja berada terutama di Distrik Muara Tami dan dan kota Jayapura.serta kabupaten-kabupaten yang berada di daerah perbatasan.

“Kehadiran LPP RRI disini diharapkan akan memberikan layanan yang murah dan mudah secara online kepada masyarakat  sehingga masyarakat tidak perlu lagi harus mencari kemana-mana karena telah tersedia fasilitas berita dan informasi dari layanan online yang mulai berlaku hari ini,” terangnya.

Walikota menambahkan, RRI Stasiun produksi Skouw yang merupakan salah satu produk unggulan LPP RRI Jayapura selain sebagai sumber informasi dan berita tapi juga diharapkan dapat berperan sebagai wahana untuk pengembang an potensi dan sumber daya alam serta hayati masyarakat adat .

Walikota Saat Uji Coba Alat
Diantaranya yang ditawarkan sebagai bagian dari promosi wisata kuliner, budaya,  adat istiadat, kearifan lokal maupun lainnya sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat  Papua khususnya masyarakat perbatasan.

“Selain memiliki tugas dan fungsi penyiaran informasi dan hiburan, akan tetapi juga menjadi corong masyarakat dalam rangka mempromosikan penawaran produk unggulan masyarakat seperti sarana wisata pantai, kuliner budaya, wisata alam serta kultur masyarakat  termasuk kesenian kesenian dan kearifan budayanya,” lanjutnya.

Walikota juga berpesan kepada masyarakat perbatasan agar dapat memanfaatkan siaran produksi stasiun Skouw dengan sebaik-baiknya.

Perlu diketahui, persemian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita pada papan nama studio produksi LPP RRI Skouw, serta peninjauan alat penyiaran sekaligus Walikota mencoba berdialog dengan menggunakan alat penyiaran yang baru. (dp-25)

Label: