Diduga, Dana Jalan Lorong Belakang Hotel Dragon Diselewengkan

Kondisi jalan lorong belakang hotel Dragon
Langgur, Dharapos.com
Kondisi jalan lorong yang berada di belakang hotel Dragon, kawasan Poka Rina, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara sangat memprihatinkan.

Yang lebih parahnya lagi, jika bertepatan dengan musim penghujan maka kondisi jalan tersebut nyaris ibarat kolam renang.

Warga yang selama ini menggunakan akses jalan tersebut mengaku kecewa dengan ketidakpedulian Pemerintah Daerah Malra yang hingga saat ini belum pernah memberikan perhatian atas masalah tersebut. 

Kepada Dhara Pos, Minggu (1/2),  salah satu warga lorong  Dragon Poka Rina, Alan Rahayaan  mengaku  menyesalkan sikap Pemda yang dinilainya selama ini tidak profesional dalam menjalankan kebijakannya.

“Mengapa saya katakan demikian , karena lorong-lorong yang sebenarnya disangka tidak bisa dibuatkan jalan akhirnya bisa dibangun. Namun anehnya, lorong belakang  Dragon  Poka Rina yang hingga kini sudah ada puluhan tahun bahkan jadi langganan banjir,  tidak pernah mendapat perhatian Pemda,” sesalnya.

Atas fakta ini, Rahayaan mempertanyakan sikap tidak adil Pemda Malra terkait kondisi yang dihadapi masyarakat dikawasan tersebtu. Bahkan, dirinya menduga ada unsur kepentingan politik yang mendasari sikap Pemda terhadap jalan lorong yang selama ini dikenal dengan sebutan lorong keluarga Ubra.

“Perlu dipertanyakan ada apa di balik semua ini? Karena lorong ini kalau saat musim hujan nyaris jadi kolam renang dan sebaliknya kalau musim panas,  jadi pusatnya debu,” kecamnya.

Rahayaan juga mempertanyakan soal keberadaan anggaran yang selama ini diperuntukkan bagi jalan-jalan lorong yang ada di kota Langgur. Sebab jika memang telah dianggarkan, dirinya mensinyalir dana-dana tersebut telah masuk kantong oknum-oknum yang selama ini bermain dalam proyek-proyek khususnya proyek jalan lorong.

“Kalau seluruh jalan lorong di kota ini ada anggarannya, maka pasti jalan lorong Dragon juga ada bagiannya. Namun kenyataannya, sampai hari ini belum pernah ada perhatian dari Pemerintah Daerah. Masa hingga beberapa kali pergantian Pemerintahan, tidak ada satu pun yang tahu ada jalan ini.  Makanya, patut diduga dana-dana tersebut telah diselewengkan,” tudingnya.

Terbukti, semua jalan lorong baik di Ohoijang , Ohoibun, Langgur dan sekitarnya selalu mendapat perhatian Pemda sementara, jalan lorong keluarga Ubra sama sekali tidak.

“Saya minta kepada  Dinas PU dan perencanaan guna menindaklanjuti jalan tersebut, karena lorong tersebut  bukan hanya digunakan keluarga besar Ubra, tapi untuk semua masyarakat yang melaluinya,” tegas Rahayaan. 

Di kesempatan tersebut, dirinya juga mendesak 25 anggota DPRD Kabupaten Malra untuk memperhatikan persoalan ini karena dalam hal ini Pemda jelas-jelas tebang pilih.

“Apakah jalan lorong belakang hotel Dragon Poka Rina bukan wilayah Kabupaten, sehingga Pemerintah daerah membiarkan jalan tersebut jadi kolam renang. Ini kan aneh. Saya minta  Pemerintah daerah harus jujur dan adil buat masyarakat,” pungkasnya.

(obm) 

Label: