Tidak Pernah Ada Konflik Antar Agama Di Tanah Papua

Papua, Dharapos.com
Kehidupan antar umat beragama di Tanah Papua selama puluhan tahun sampai hari ini tidak ada gesekan horizontal menyangkut pertikaian atau konflik yang ditenggarai karena masalah agama.

Sekda Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP menjelaskan sepanjang adanya Pemerintahan di tanah Papua banyak masyarakat yang hidup majemuk dan tinggal di tanah ini yang penuh damai.

“Karena kita yakin Yesus ada diatas Tanah Papua,”katanya sebelum membuka Seminar Hari Pekabaran Injil (HPI) ke 160 di GOR Cenderawasih – APO, Senin (2/2).

Dalam melaksanakan pembangunan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur. Papua bangkit mandiri sejahtera, maka selama satu tahun sembilan bulan kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal, selalu ada suasan kedamaian di tanah Papua.

“Kita hadir untuk melaksanakan seminar ini, tentang bagaimana menghasilkan kesimpulan/ konklusi yang bisa menjadi rekomendasi untuk kebijakan pembangunan di Tanah Papua,” ungkapnya.

Kata Sekda, sampai saat ini seluruh masyarakat di Tanah Papua masih tetap eksis, karena semua pihak diatas tanah dengan 28 kabupaten dan 1 kota yang terdiri dari beraneka ragam suku. mempunyai satu komitmen  yakni melangkah maju untuk  Tanah Papua.

“Kami harapkan semua komponen bergandengan tangan maju terus bersama Pemerintah menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera,” harap Sekda Hery dalam sambutan singkatnya sesaat sebelum membuka acara yang ditandai dengan pemukulan tifa itu.

Rangkaian Hari Pekabaran Injil (HPI) di Tanah Papua yang ke 160 untuk Provinsi Papua diawali dengan Seminar Hari Pekabaran Injil di GOR Cenderawasih – APO – Jayapura, selama tiga hari mulai Senin (2/2) hingga Rabu (4/2) dengan menghadirkan pembicara Rev DR Edward Idefonso dari California – Amerika Serikat, Pdt. Ir. Soleman Irwan MA, Dr. Imam Santoso, Prof. Yohanes Surya.  

Dengan mengusung tema Injil Adalah Kekuatan Allah, ketua Panitia Pdt Willem Itaar  menjelaskan perayaan HPI ini dari panitia memulai dengan menggelar seminar selama tiga hari dan puncaknya akan dilaksanakan perayaan pada Kamis (5/2) di Stadion Mandala – Jayapura, pukul 09.00 wit yang mewajibkan seluruh umat Kristiani untuk hadir ikut merayakannya.

Sesuai dengan perkataan Ottow dan Geisleer ketika menginjakkan kaki di Pulau Mansinam – Manokwari – Papua Barat,  Dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini. maka sudah semestinya gereja di Tanah Papua mandiri serta mensyukuri nikmat Allah.

Seminar ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal Bimas Kristen Protestan – Kementerian Agama–Republik Indonesia, Pontus Sitorus mewakil Dirjen Bimas Kristen Protestan – Kementerian Agama yang berhalangan hadir.

Sementara itu, Pemprov juga telah menetapkan setiap tanggal 5 Februari tahun berjalan sebagai hari libur fakultatif di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sekda atas nama Pemerintah Provinsi Papua menghimbau kepada seluruh umat Kristiani yang jatuh pada hari Kamis (5/2) untuk fokus pada ibadah.

“Jadi Pemerintah Provinsi Papua dan Gubernur Papua telah menetapkan bahwa tanggal 5 Februari adalah libur fakultatif untuk Provinsi Papua,’’tegas Sekda Papua TEA Hery Dosinaen kepada wartawan di GOR Cenderawasih  APO, kota Jayapura, Senin (2/2) usai membuka seminar menyambut Hari Pekabaran Injil (HPI).

Seperti  diketahui pada tanggal 5 Februari diperingati sebagai hari masuknya injil di Tanah Papua.

Dimana sejak diberlakukannya Otonomi Khusus Papua tahun 2001, setiap tanggal ini untuk seluruh Papua dan Papua Barat libur fakultatif. 

“Jadi kita tanggal 5 hari pekabaran injil di Tanah Papua yang ke 160 setiap tahun konsentrasi kita ada pada ibadah di Stadion Mandala,” tuturnya.

Karena pada tanggal 6 adalah hari kepepet /kejepit yang jatuh pada hari Jumat, maka Pemerintah juga menetapkan sebagai hari libur fakultatif khusus untuk Papua.

“Kemudian pada tanggal 6 juga Pemprov Papua libur karena sudah ada keputusan dari Gubernur. Nanti akan masuk pada tanggal 9 Februari hari Senin,” terangnya.

Sementara itu menjawab pertanyaan terkait pelaksanaan seminar HPI, Pemprov Papua mengharapkan agar semua elemen khususnya para pemimpin agama Kristiani bersama Pemprov Papua dan juga mitra kerja untuk bersama – sama membangun Papua kedepannya.

“Tentunya kami membutuhkan semua pimpinan gereja, para pendeta serta masukan semua pihak dan juga dari para pendeta. pemerintah tentunya sebagai mitra kerja, untuk bersama – sama membangun Papua,”harapnya.

(Piet)

Label: