Perayaan HUT 105 Kota Jayapura Di Pusatkan Di Kampung Nafri


Jayapura, Dharapos.com
Upacara memperingati Hari Ulang Tahun kota Jayapura yang ke-105, dipusatkan di kampung Nafri, distrik Abepura, Sabtu (7/3).

Walikota pimpin upacara HUT ke 105
Pada malamnya, dilanjutkan dengan menggelar Pesta Rakyat yang dipusatkan di Taman Imbi, dengan menghadirkan artis Mita Talahatu dan salah satu grup band legendaris asal Papua, Black Brothers yang turut menghibur ribuan massa yang hadir dalam pesta tersebut.

Selain Walikota Dr. Benhur Tommi Mano, MM dan Wakil Walikota Jayapura, Dr. Nur Alam, M.Si, turut hadir pada upacara tersebut Sekretaris Daerah kota Jayapura, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih, Dandrem 172 Prajawirayati, Forkopimda Provinsi Papua, Kepala BPK RI Perwakilan Papua, Walikota Vanimo Papua New Guinea, Konsulat RI di Vanimo PNG, Dandim 1701, Kapolres kota, Ketua Pengadilan Negeri kelas I Jayapura, Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Dan Lantamal X Jayapura, ketua dan seluruh anggota DPRD Kota, anggota Forkompinda kota Jayapura, ketua Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay, para ondoafi, tokoh masyarakat, Paguyuban, tokoh Agama, seluruh pimpinan SKPD, pimpinan BUMN, BUMD, Ketua tim penggerak PKK kota Jayapura, dan para Asisten di lingkup kota Jayapura.

Sebelum upacara di mulai ketua LMA Port Numbay George Awi yang mewakili masyarakat adat Port Numbay diberikan kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat datang bagi seluruh peserta upacara di wilayah adat kampung Nafri.

Kepada seluruh peserta upacara George Awi menyampaikan motto kota Jayapura “HEN TECAHI YO ONOMI T’MAR NI HANASED” agar betul-betul terpatri dalam hati kita untuk dihayati dalam hidup dan profesi kita masing-masing. Setelah itu pula dibacakan pula sejarah singkat Kota Jayapura.

Walikota dalam sambutannya mengatakan usia kota Jayapura yang ke-105 tahun adalah usia yang cukup dewasa dalam mengarungi retorika pembangunan yang panjang serta makin beriman, maju, moderen, dan sejahtera berbasis kearifan lokal.

“Sejak saya bersama Wakil walikota di lantik pada tanggal 21 juli 2011, kami telah berkomitmen untuk mewujudkan visi kota Jayapura yaitu terwujudnya kota Jayapura yang beriman, bersatu, sejahtera, mandiri, modern, berbasis kearifan lokal. Dan dari sini pula sehingga di masukan ke dalam misi yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah kota Jayapura tahun 2011-2016 di berbagai bidang pembangunan,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan visi kota Jayapura, lanjut Walikota, maka visi dan misi tersebut telah ditetapkan sebagai bentuk komitmen jajaran Pemkot Jayapura dan masyarakat untuk mendatangkan, berkat dan kemakmuran, kedamaian serta kesejahteraan bagi masyarakat.

Untuk semua itu, maka saat ini masyarakat kota Jayapura telah merasakan hasil walau masih ada program di beberapa sektor dan bidang yang belum sempat dituntaskan namun terus diyakini dan bekerja agar seluruh masyarakat dapat menikmati pembangunan yang di laksanakan.

Dikatakan, Pemkot telah merajut keberhasilan demi keberhasilan dengan adanya peningkatan dan perbaikan kualitas hidup antar umat beragama, adanya kebebasan dan toleransi beragama yang tinggi serta penataan manajemen birokrasi pemerintahan yang semakin baik serta peningkatan aparatur yang semakin profesional.

Bahkan dalam kepemimpinannya, atas laporan BPK RI terkait laporan keuangan daerah, Pemkot telah meraih predikat dengan opini WDP dan tahun 2014 meningkat menjadi predikat opini WTP.

Kepada wartawan, usai upacara, Walikota menegaskan dalam usia kota Jayapura yang ke-105, dirinya bersama Wawali dan seluruh jajaran di SKPD akan terus bekerja untuk   melayani rakyat  di  kota  Jayapura.

“Di tahun  yang ke 4  sudah  banyak  yang dilakukan dan sejumlah keberhasilan  telah  diraih  walaupun juga kami akui masih  juga  ada  hal-hal  atau kegiatan-kegiatan yang belum  dilaksanakan maupun juga  ada yang dibatalkan,” tegasnya.

Di tahun  2015-2016 yang merupakan tahun terakhir kepemimpinannya, Walikota berjanji akan  membenahi apa yang masih belum dilaksanakan serta apa yang baik akan lebih di tingkatkan lagi.

“Tahun ini fokus programnya adalah meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan  juga  pemberdayaan  ekonomi  rakyat, bidang infrastruktur, dan tata  kelola Pemerintahan yang  bersih dan berwibawa. Kami akan melaksanakan program pro  rakyat serta meningkatakan  pelayanan  pada  masyarakat sehingga masyarakat juga merasakan  apa  yang  telah  dilakukan  dan  akan  dilakukan  selama  tahun  berjalan,” paparnya.

Seperti  pelayanan air  bersih, jalan  lingkungan, listrik, MCK, dan  rumah-rumah penduduk serta pelayanan  di bidang peningkatan UKM seperti mama penjual pinang, sayur, ikan asar, dan penjual  kerajinan.

“Mama-mama  ini akan diberikan  modal  dukungan sehingga peningkatan  usaha  mereka  menjadi lebih baik selain  ekonomi  keluarga  maupun untuk kehidupan  mereka  sehari-hari. Fokus kita  juga  di  bidang  kesehatan dan  terus  membenahi  pelayanan yang terbaik  di  12  Puskesmas supaya  masyarakat  kota tidak jauh-jauh lagi datang  ke Rumah Sakit  Dok 2   atau RSU Abe,” urai Walikota.

Pelayanan cukup di Puskesmas  sehingga masyarakat bisa jalani  hidup dengan  baik  dan  n  sehat  dengan demikian  angka  harapan  hidup  masyarakat  kota  ini  bertambah selain juga  menekan  angka  kematian  ibu  dan  anak. 

Pemkot juga terus membenahi  Puskesmas dengan alat-alat canggih seperti alat pemeriksa  asam  urat, gula  darah, juga  alat USG serta pengadaan alat sedot  lendir canggih yang semuannya hanya untuk kepentingan masyarakat.

“Pemkot juga telah menambah satu Puskemas Tuano di Entrop yang ini menjadi  puskesmas  percontohan  di kota Jayapura  dan di tanah  Papua dan status pelayanannya akan dinaikan  selama 24  jam dan  juga  nanti di Koya  Barat. Hal ini  dilakukan  demi masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Walikota,  akan  dibangun  RS  kota  Jayapura  yang rencananya akan  dibangun  di  Koya  Barat. Lahannya sudah dilakukan pembebasan  lahan  bahkan  sudah  di  timbun, sehingga telah siap  di  bangun.

Terkait penanganan HIV-AIDS, juga telah dibangun Rumah Reproduksi untuk memeriksa  masyarakat  kota  secara  gratis.

Di bidang pendidikan, guru-guru yang belum memiliki kualifikasi S1 akan disekolahkan di  Uncen sebagaimana telah dilakukan kerjasama antara Pemkot dan Uncen.

“Ada  300  guru  yang akan kuliah  di  sana. Kita  juga akan  terus  meningkatkan  mutu  dan  kualitas  guru  di  kota  Jayapura, meningkatkan sarana  belajar  mengajar, sertifikasi guru,  juga  akan  kita lakukan,” sambungnya.

Program  yang  paling  urgency  dalam  pelayanan pro rakyat  adalah bagaimana  masyarakat  bisa merasakan  pembangunan yang  dibuat seperti air  bersih, jalan lingkungan, listrik  di  kampung-kampung  maupun  perumahan. 

“Kita berupaya menekan 10  besar penyakit  yang  ada  di  kota  dan  kampung-kampung   juga , saya ingin gizi  mereka  baik  karena  itu  kita  harus  benahi  itu  dari kampung  ke  kota  itu yang terutama,” harap Walikota.

Terkait miras dan dampaknya,  langkah  yang  diambil  Pemkot  yaitu  dengan melakukan  pembatasan  eksekutor  yang  masuk  Jayapura, demikian pula para  pengecer  juga  akan dibatasi.

“Pemerintah  kota  bekerja sama  dengan  aparat  keamanan baik Polres, Kodim, dan Satpol PP akan terus melakukan  operasi  orang  mabuk  dan  operasi  ijin  miras  illegal  di  kota  ini  dalam  rangka  memberikan  rasa  aman  bagi  masyarakat. Bukan  saja  miras  tapi  juga  togel, serta judi sambung ayam. kita  akan terus  berantas  supaya  kota  ini  bersih  sebagai kota  beriman dan hidup  orang-orang  beriman yang takut akan Tuhan,” pungkasnya.

Dengan banyaknya program pembangunan yang dilaksanakan, maka tinggal sekarang masyarakat  yang  menilai, mengoreksi, dan kemudian merasakan bahwa selama  4  tahun  yang  apa yang dilakukan Pemkot sudah menyentuh bahkan telah mengurangi angka  kemiskinan  di kota Jayapura.

Sejarah mencatat, untuk  pertama  kalinya  tercatat  dalam  tinta  emas  perjalanan  sejarah  Kota  Jayapura,  seorang  pamong  sejati  merupakan  putra  asli Tanah  Port  Numbay  terpilih  sebagai  pemimpin  di atas  tanahnya  sendiri  menjadi  Walikota  Jayapura.

Dialah  Dr. Benhur  Tommy  Mano, MM  berpasangan  dengan  Wakilnya  seorang  Akademisi  kawakan  dari  Universitas  Cendrawasih  Jayapura, DR. H. Nuralam, SE, M.Si  periode  kepemimpinan  2011 s/d  2016.

Dengan  visi  “Terwujudnya  kota  Jayapura  yang  Beriman, Sejatera, Maju, Mandiri  dan  Modern berbasis  kearifan  lokal “ di bawah  naungan  motto “ HEN TECAHI YO ONOMI T’MAR  NI HANASE “  yang  bermakna  “ SATU  HATI  MEMBANGUN  KOTA  UNTUK  KEMULIAAN  TUHAN “.

(Harlet)

Label: