Dampak Gunung Botak Mulai Ancam Realisasi LIN

Ir. Said Assagaff
Ambon, Dharapos.com 
Keinginan Pemerintah dan masyarakat Maluku agar secepatnya Pemerintah Pusat merealisasi penetapan Lumbung Ikan Nasional (LIN), kini dalam kondisi terancam.

Pasalnya, tingkat pencemaran lingkungan di lokasi tambang rakyat Gunung Botak, Kabupaten Buru, sudah memasuki fase berbahaya karena telah merusak biota laut.

“Pencemaran penggunaan Mercury terhadap biodata laut bisa menghambat penetapan Maluku sebagai LIN,” ungkap Gubernur Ir. Said Assagaff di Ambon, Senin (9/11).

Terkait fakta tersebut, pihaknya akan melakukan satu langkah konkret yakni melakukan penutupan aktivitas di tambang liar Gunung Botak, sekaligus melakukan penataan terhadap lokasi tersebut.

“Saat berkunjung ke lokasi yang sama tiga tahun ke depan, lingkungannya akan sangat beda. Sudah tidak ada tumbuhan lagi yang tumbuh. Dan ini gila kerusakannya, Kita berdosa kalau tidak ambil tindakan keras dan tegas," tegasnya.

Diakui Gubernur, dalam aturan UU tentang pertambangan, menyatakan bahwa yang namanya pertambangan rakyat tidak bisa ditutup. Dengan demikian, kebijakan yang diambil pihaknya adalah dengan melakukan pembersihan pada lokasi penambangan.

"Butuh waktu enam bulan ke depan untuk pembersihan lingkungan itu," ujarnya.

Pasalnya jika tidak dilakukan pembersihan sedini mungkin, maka dikuatirkan pada musim penghujan bulan April tahun mendatang pencegahan terhadap tingkat pencemaran lingkungan tidak bisa terbendung lagi.

"Dari laporan ke saya, sudah empat ekor buaya yang mati. Dan ini berbahaya," terang Gubernur.

Dikatakan pula, hal itu sangat berpengaruh terhadap habitat di laut, khususnya ikan-ikan.

Pasalnya jika pencemaran tersebut tersentuh ke ikan-ikan dan ikan tersebut diekspor ke luar baik dalam negeri dan luar negeri, maka habislah mimpi Maluku untuk program LIN.

Dijelaskan Gubernur, tim penertiban gunung botak telah dibentuk yakni diketuai oleh Kapolda Maluku dan Wakil Kasdam XVI Pattimura.

(rr)

Label: