Kawal Pilkada MTB, PDIP Terjunkan Laskar Anti Politik Uang di Setiap Desa

Ario Indrasworo, salah satu anggota tim DPP PDIP saat memberikan keterangan
Saumlaki, Dharapos.com
Jelang pelaksanaan Pemilihan kepala daerah, 15 Februari mendatang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung Petrus Paulus Werembinan Taborat sebagai Calon Bupati dan Jusuf Siletty sebagai Calon Wakil Bupati, membekali Satgas PDIP mulai dari Saumlaki  (ibukota kabupaten, red) hingga ke setiap kecamatan dan desa di wilayah tersebut.

Langkah tersebut adalah untuk melakukan pengawasan di setiap desa, teristimewa mengawal agar tidak terjadinya praktek jual beli suara dengan cara yang tak terpuji yakni politik uang atau money politic.

"PDIP memiliki Satuan Tugas atau Satgas. Laskar Langit adalah Satgas Anti money politik PDIP dimana ini juga merupakan bagian dari penciptaan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat bahwa menciptakan pemilu secara demokratis, jujur dan baik itu merupakan langkah untuk menghasilkan kepala daerah yang baik untuk MTB," urai Ario Indrasworo, salah satu anggota tim DPP PDIP usai melakukan pembekalan kepada para anggota laskar langit di pelataran Sekretariat PDIP MTB, Sabtu petang (28/1).

Puluhan anggota Laskar Langit saat menerima pembekalan
Laskar Langit ini bertugas untuk mengajak masyarakat untuk mencegah serta membantu aparat penegak hukum jika terjadi praktek politik uang karena sesungguhnya praktek tersebut tidak mendidik secara politik.

Menurutnya, orientasi Laskar Langit itu bukan sekedar untuk memenangkan paslon yang diusung oleh PDIP, 
melainkan merupakan kebijakan besar partai berlambang banteng moncong putih ini untuk menempatkan dan memfungsikan setiap kader di setiap ibu kota kecamatan hingga ke desa-desa dalam rangka mengawal 
proses Pilkada dengan sebaik-baiknya.

Keberadaan laskar ini juga diharapkan semakin mempermudah kerja DPC, tim pemenangan, dan relawan  seperti sosialisasi, konsolidasi dan kampanye sebagaimana UU Pilkada maupun UU tentang Partai Politik.

Kesiapan fisik pun menjadi salah satu prioritas persiapan anggota Laskar Langit 
"Banyak pengalaman yang mengakibatkan masyarakat dan daerah selama lima tahun berikutnya dirugikan karena praktek money politik saat Pilkada," bebernya.

Dengan demikian secara komprehensif, model pendidikan politik yang dibangun oleh PDIP selama ini dan dari proses itu menghasilkan banyak sekali kepala daerah terpilih yang memiliki bobot dan kualitas sesuai harapan masyarakat," tandasnya.

Ario optimis dengan adanya pendewasaan berpolitik dalam Partai akan mamacu terciptanya pemahaman berpolitik yang baik di tengah-tengah masyarakat dan tentunya tercipta pula pelaksanaan Pilkada yang demokratis, jujur dan bersih.

Foto bersama usai menjalani pelatihan
"Pasukan inti atau pasukan regulernya ada 50 orang, sementara di setiap kecamatan dan desa akan ada minimal 50 orang setiap desa. Sebelum bekerja, peserta sudah dilatih dan dibekali dengan pemahaman seputar materi Pilkada dan pentingnya menghasilkan pemimpin yang bersih dari Pilkada, wawasan kebangsaan, maupun materi-materi lain yang sesuai," pungkasnya.

Sementara itu, program PDIP tersebut disambut baik oleh masyarakat.

Direktur Lucky Centre Foundation Kabupaten MTB, Agustinus Rahanwarat secara terpisah mengatakan bahwa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada bukan semata-mata menjadi tanggung jawab penyelenggara tetapi dipandang perlu peran serta parpol dan masyarakat.

Ditegaskannya, pembentukan Laskar Langit oleh PDIP yang bertujuan mengawal proses pilkada MTB ini sesungguhnya merupakan pendidikan politik yang baik dan nyata dan bukan retorika di panggung politik.

Direktur Lucky Centre Foundation Kabupaten MTB, Agustinus Rahanwarat 
"Jika ada 50 orang setiap desa maka saya kira bahwa ini terobosan yang luar biasa, karena PDIP tidak hanya bertindak dalam memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupatinya melainkan mereka peduli dengan pelaksanaan Pilkada yang bersih, jujur dan adil," tandasnya.

Pimpinan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, politik dan sosial kemasyarakatan ini  mengatakan pula bahwa terobosan yang dilakukan PDIP itu hendaknya menjadi catatan penting dan perlu diadopsi oleh partai politik lain di daerah julukan Duan Lolat tersebut.

Dalam hal ini, masyarakat tidak hanya dijadikan sebagai objek Pemilu, melainkan diberikan peran sehingga merasa ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi mengawal setiap tahapan dalam Pilkada untuk mewujudkan Pilkada yang bersih, jujur dan adil.

(dp-18)

Label: