100 Ribu Lebih Rumah di Maluku Tak Layak Huni

Peta Maluku
Ambon, Dharapos.com
Hingga saat ini, ratusan ribu rumah di Maluku diketahui masuk dalam kategori tak layak huni.

Menurut data yang dimiliki Tim Nasioanal Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menunjukkan sebanyak 100 ribu lebih rumah di provinsi berjuluk "Seribu Pulau" ini adalah tidak layak huni.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Maluku, Kasrul Selang, MT mengungkapkan kebutuhan masyarakat dan penyediaan rumah sekarang ini  di Provinsi Maluku masih terdapat selisih 44 ribu.

"Artinya jumlah itu menunjukkan sebanyak 44 ribu kepala keluarga yang belum memiliki rumah dari sekian banyak kepala keluarga yang mendiami rumah," urainya saat dikonfirmasi usai Rapat Kerja (forum) SKPD Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Maluku Tahun Anggaran  2017 yang berlangsung 2 hari mulai 7 - 8 Februari,  di Hotel Marina, Kota Ambon.

Oleh karena itu, kehadiran Dinas yang dipimpinnya adalah bertujuan untuk mempersempit jumlah yang belum memiliki rumah tersebut.

Selain itu, Kasrul juga menyebutkan hampir 20 persen masyarakat di Provinsi ini mendiami rumah yang tidak layak huni.

”Untuk itu, target kami adalah mempercepat ke tahun 2020 yaitu menurunkan jumlah rumah yang tidak layak huni sampai 50 persen,” cetusnya.

Pada kegiatan ini, pihaknya bersama Kepala Dinas PUPR dari kabupaten/kota se Provinsi Maluku akan bersinergi guna mencapai kesepakatan  data untuk jumlah yang tidak layak huni. Selanjutnya data yang telah disepakati tersebut kemudian ditentukan  strateginya. 

Lanjutnya, strateginya ada pada macam-macam program dan kegiatan yang akan ditentukan.

”Yang paling penting karena dinas ini baru, dari provinsi ke kabupaten/kota dan akan hadir nanti Kepala Biro dan Tata Laksana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat guna menjelaskan hierarki dinas yang dipimpinnya dari provinsi hingga ke kabupaten/kota,” sambung Kasrul.

Untuk 3 kabupaten yang merupakan garda terdepan NKRI, seperti Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat dan Maluku  barat daya, akan dibangun rumah khusus bagi mereka yang bekerja di perbatasan, seperti tenaga medis, pendidikan dan penjaga perbatasan.

Diakuinya, yang selalu menjadi masalah adalah ketersediaan lahan dan hal ini akan menjadi masalah pokok yang akan dibahas.

(dp-19)

Label: