Hari Buruh 2017, DLH MTB Berjanji Tingkatkan Upah Kerja

Peringatan Hari Buruh Internasional 2017 di lingkup DLH MTB diwarnai dengan pertemuan antara pihak DLH dengan tenaga kerja lepas yang digelar di kantor DLH,beralamat di seputaran Pasar Omele Saumlaki, Senin siang (1/5)
Saumlaki, Dharapos.com 
Peringatan Hari Buruh Internasional 2017 di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) diwarnai dengan pertemuan antara pihak DLH dengan para buruh sapu jalan, petugas penataan taman kota, sopir dan kondektur mobil sampah serta pekerja kuburan yang digelar di kantor DLH, yang beralamat di seputaran Pasar Omele Saumlaki, Senin siang (1/5).

Dalam pertemuan itu, Kepala DLH setempat, Herman Yoseph Lerebulan  berjanji akan meningkatkan upah kerja dan memperjuangkan adanya jaminan kesehatan gratis bagi seluruh tenaga kerja harian lepas yang selama ini bertugas sebagai buruh sampah, petugas sapu jalan, petugas penataan taman kota, sopir dan kondektur  mobil sampah serta petugas Tempat Pemakaman Umum.

“Saya menjabat sebagai Kepala DLH ini belum sampai seratus hari kerja, dan selama ini kami masih konsen untuk penataan ruang kantor pasca perubahan serta terus melakukan evaluasi. Sesuai evaluasi kami, maka akan ada upaya peningkatan kesejahteraan bapak ibu  yang sudah kerja semenjak tahun 2001, sekaligus ada pemberian insentif,” katanya.

Dikatakan, selama ini upah buruh kebersihan, pertamanan dan pekerja kuburan masih di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR).

Bahkan belum memiliki jaminan kesehatan sehingga mempengaruhi kinerja buruh dalam membersihkan, menata taman kota Saumlaki secara baik termasuk pekerja kuburan yang belum maksimal menjalankan tugasnya.

“Sesuai janji Bupati terpilih bahwa masyarakat akan mendapatkan jaminan kesehatan gratis. Untuk itu, para buruh sampah, sopir mobil sampah, pekerja kuburan, pekerja taman kota harus dilindungi juga dengan jaminan kesehatan. Kita akan upayakan untuk bapak dan ibu miliki Kartu Tanimbar Sehat atau KTS sehingga bisa rutin setiap bulan memeriksa kesehatan di rumah sakit,” janji Lerebulan.

Para buruh sampah akan dilengkapi dengan perlengkapan kerja sesuai standar operasional kerja seperti untuk sopir dan kondektur mobil sampah, akan difasilitasi untuk menggunakan helm, sepatu, dan jas, termasuk pengadaan truk sampah yang memiliki bak tertutup sehingga pemuatan sampah hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA) berjalan normal dan lancar.

Kepada 380 buruh yang hadir, mantan Kepala Dinas Kota Ambon ini menjelaskan bahwa selama ini Pemkab MTB belum bisa membayar upah para buruh di atas standar UMR karena keterbatasan keuangan daerah.

“Salah satu penyebabnya karena kita punya Pendapatan Asli Daerah atau PAD yang masih rendah. 
Untuk itu, saat ini kita sedang upayakan untuk gaji itu paling kurang sama persis dengan UMR dulu, sementara insentif bagi bapak dan ibu itu akan ditambah setiap empat tahun kerja” jelasnya.

Lerebulan mengakui pula bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan masih terbilang rendah dan terkesan memberikan tanggung jawab semata untuk para buruh.

Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan berbagai terobosan untuk peningkatan kesadaran masyarakat, termasuk pemberian sanksi bagi pelanggar aturan kebersihan kota.

Ibu Watutamata (60), salah satu buruh sapu jalan yang ditemui secara terpisah menyampaikan ucapan 
terima kasih kepada pihak DLH yang berencana melakukan terobosan baru.

“Selama ini gaji saya perbulan itu Rp.1.200.000 dimana saya kerja setiap hari pukul 05:00 sampai pukul 08:00. Upah itu memang tidak cukup untuk kebutuhan keluarga bahkan kesehatan karena tidak ada jaminan kesehatan,” bebernya.

Watutamata berharap agar rencana DLH tersebut segera terealisasi sehingga bermanfaat untuk kehidupan keluarganya.

Pantauan Dhara Pos, pertemuan itu diakhiri dengan makan bersama dan dalam suasana kebersamaan, para buruh yang gembira dengan rencana DLH itu berjoget riah mengelilingi pelataran kantor meskipun terik mentari menyengat.

(dp-18)

Label: