Pemda MBD Siap Jadikan Gunung Kerbau Destinasi Wisata Baru

Kawasan Gunung Kerbau, Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya 
Tiakur, Dharapos.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berencana menjadikan Gunung Kerbau sebagai salah destinasi wisata baru di wilayah tersebut.

Bahkan rencana tersebut sementara disiapkan Pemerintah setempat berupa pembangunan infrastruktur pendukungnya.

Kepada Dhara Pos, Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah MBD, Drs. A. Siamiloy, M.Si mengatakan Gunung Kerbau merupakan salah satu dari dua gunung yang berada di pulau Moa.
Gunung kerbau menjadi spesial karena tampak berbeda dengan gunung2 lainnya.

Dalam arti, kalau biasanya gunung di Indonesia ditutupi tanaman rimbun, Gunung Kerbau hanya di tumbuhi rumput yang berukuran pendek sehingga tampaknya sedikit gundul. Dan efeknya, lengkungan2 gunung terlihat sangat jelas.

Pemandangan ini juga membuat Gunung Kerbau tampak megah dari kejauhan, sehingga pemerintah setempat berupaya ke depan akan menyiapkannya sebagai destinasi wisata baru atau dengan kata lain menjadi pusat pariwisata di kabupaten berjuluk “Bumi Kalwedo” ini.

Pasalnya, gunung yang selain menarik ini, juga membawa perhatian lebih bagi para wisatawan lokal  maupun mancanegara.

Untuk itu, Plt Sekda kembali memastikan, bahwa Pemda MBD sudah mulai mempersiapkan hal ini.

“Keinginan kita juga, selain Gunung Kerbau, ternak khas kita seperti Kerbau Moa juga akan dijadikan sebagai objek wisata,” bebernya.

Lanjutnya, alasan dari Pemda menjadikan hewan tersebut sebagai obyek tujuan wisata karena ada keunikan tersendiri dari proses beternak kerbau Moa ini.

“Uniknya, jika musim kemarau (panas, red) tiba, kerbau Moa dapat menghasilkan susu segar yang di konsumsi masyarakat pengganti air termasuk di jual oleh para peternak guna melangsungkan hidup mereka,” urai Plt Sekda.

Oleh sebab itu, Pemda akan berupaya membangun infrastruktur pendukung, dalam hal ini infrastruktur yang harus betul-betul baik untuk peternakan.

Diakuinya pula, memang beberapa waktu lalu pihaknya sudah menghimbau agar kerbau-kerbau Moa tersebut perlu di pelihara secara baik.

“Dan kami akan memasukan sumber air di 7 titik yang mana akan di bangun mengelilingi gunung Kerbau agar hewan-hewan ini tidak kesusahan air pada saat musim kemarau tiba,” sambungnya.

Plt Sekda juga menegaskan bahwa ada aturan Bupati yang melarang penjualan kerbau Moa keluar daerah.

Sementara yang tidak boleh di jual adalah kerbau yang tidak produktif baik jantan maupun betina.

“Dulu masyarakat sering jual, hanya saja Pemerintah daerah menaikan harga pajak sehingga para peternak sekarang ini sudah mengurangi penjualan kerbau keluar daerah,” tukasnya.


(dp-17)

Label: