PWI gandeng Bank Mandiri gelar pelatihan vokasi kewirausahaan

Logo organisasi Persatuan Wartawan Indoensia
Ambon, Dharapos.com
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggandeng PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk guna menggelar pelatihan bagi para jurnalis.

Pelatihan vokasi kewirausahaan bagi wartawan Indonesia ini akan berlangsung di Kota Ambon, Provinsi Maluku pada 8 - 9 Mei 2018 setelah sebelumnya digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah pada 22 - 23 Maret 2018.

Ketua PWI Maluku, Izaac Tulalessy, menegaskan, pelatihan tersebut akan melibatkan 50 orang wartawan dari berbagai media yang ada di Kota Ambon.

Dikatakannya, tujuan pelatihan yang akan berlangsung dua hari tersebut yakni memotivasi para wartawan untuk menjadi pengusaha atau pelaku UKM, memberikan pemahaman kepada wartawan bahwa bisnis dapat dipelajari dan dilatih, sekalipun merasa tidak memiliki bakat atau potensi.

Selain itu, memberikan tips dan langkah-langkah yang harus diambil setiap wartawan untuk mampu menciptakan ide atau peluang bisnis, meningkatkan mental dan kepercayaan diri wartawan untuk menjadi seorang pengusaha serta memberikan pengetahuan tentang cara membidik peluang bisnis.

Diakuinya, selama ini wartawan dalam menjalankan profesinya selalu dituntut bersikap netral, jujur, berimbang dan bertanggung jawab dan harus mematuhi kode etik jurnalistik, juga dituntut bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, terutama ketika membuat berita dan menyiarkannya kepada publik.

Meski diakui pula, tugas sebagai seorang wartawan terasa lebih berat karena selain dituntut menjadi wartawan yang profesional dan kuat mempertahankan idealismenya, juga dihadapkan pada persoalan kesejahteraan hidup yang juga harus dipenuhi untuk diri dan keluarganya.

"Berprofesi sebagai wartawan di era milenial seperti sekarang sangat sulit untuk tidak bersentuhan dengan uang dan harta benda. Antara kepentingan profesi dan kebutuhan hidup, tanpa disadari sering bercampur jadi satu," beber Tulalessy.

Soal kesejahteraan hidup bagi wartawan, lanjut dia sudah menjadi isu penting yang selalu menjadi pembahasan khususnya bagi wartawan yang ada di daerah yang masih digaji di bawah standar.

Akibatnya, wartawan menjadi tidak profesional dan goyah terhadap idealisme serta bergantung kepada kelompok kapitalis dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang dan harta benda.

"Kalau ini terjadi, maka dalam menjalankan profesinya, seorang wartawan akan didikte kaum kapitalis," cetus Tulalessy.

Olehnya itu, PWI yang merupakan organisasi wartawan profesional dan independen menggandeng sejumlah perusahaan BUMN yang menginisiasi kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi para wartawan di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

"Kami berharap melalui pelatihan ini wartawan di berbagai media di Ambon menjadi lebih kreatif, inovatif dan tertantang dalam membangun usaha sehingga semakin sejahtera, idealis, tidak mudah dimanfaatkan, dan profesional dalam bekerja," tukasnya.

Bentuk pelatihan yang dilakukan yakni Digital Marketing, pelatihan Internet Marketing untuk wartawan dengan cakupan materi mengenal kreativitas, cara menjadi pribadi yang inovatif, memahami prinsip-prinsip kreativitas, memanfaatkan kreativitas untuk menciptakan peluang usaha serta memanfaatkan kemajuan era teknologi untuk menciptakan peluang usaha.

Sejumlah pengusaha muda dihadirkan sebagai pembicara diantaranya Anke Dwi Saputro, Pakar Marketing & Branding, Owner Business serta Nukman Luthfie, Founder Jualio.com.

(dp-19)

Label: