Tak juga ditempati, Rumah Dinas Bupati Aru kini jadi sorotan

Tampak rumah dinas Bupati Kepulauan Aru yang kini kondisi tak terawat
Dobo, Dharapos.com
Rumah Dinas Bupati Kabupaten Kepulauan Aru hingga saat ini belum juga di tempati sang pimpinan daerah setempat dr. Johan Gonga.

Pasalnya, postur bangunan yang begitu megah itu tak juga dihuni selepas renovasi yang telah dilakukan.

Hingga kini belum diketahui, apa yang menjadi alasan orang nomor satu di negeri berjuluk Bumi Jargaria ini tak juga menempati kediaman yang disiapkan negara tersebut.

Kondisi yang sama juga terjadi pada sejumlah rumah pimpinan DPRD setempat yang juga tak terpantau tak berpenghuni. 

Terhadap fakta itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Berkarya, Yan Apalem langsung menyorotinya.

Dikatakan, sepanjang pemerintahan kabupaten ini dipimpin dr. Johan Gonga juga para pimpinan DRPD, rumah dinas yang telah disediakan rakyat ini tidak pernah dihuni.

Sementara proses pembangunannya menggunakan uang rakyat yang cukup besar.

“Ini namanya pemborosan keuangan negara karena uang yang dipakai membangun itu sangat besar  jumlahnya,” kecamnya.

Padahal dengan menempati kediaman dinas itu, masyarakat bisa lebih leluasa berinteraksi dengan kepala daerah maupun para pimpinan DPRD setempat dalam rangka kepentingan pembangunan daerah.

Apalem malah mengusulkan jika rumah dinas jabatan tersebut tidak ditempati, maka alangkah lebih baik dirobohkan saja.

“Jadi beta minta kalau bisa rumah dinas ini kalau tidak bisa dipakai lagi diruntuhkan saja supaya puing-puing dari bangunan ini bisa digunakan untuk kepentingan lainnya seperti dipakai untuk penimbunan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Apalem menyesalkan tak adanya manfaat dari rumah Bupati yang telah direnovasi sebelumnya.

“Ada apa ini? Belum lagi kalau ada tamu-tamu  dari luar daerah datang baru Pemerintah daerah membuat pembohongan besar bahwa seolah-olah rumah itu berfungsi karena saat ada tamu baru kegiatan dilaksanakan di sana,” sesalnya.

Bahkan rumah mewah tersebut hanya difungsikan untuk jamuan makan, tetapi setelah para tamu pulang Bupati kembali ke rumahnya atau tokonya.

“Ini hal-hal yang menurut saya betul-betul tidak bagus,” cetusnya.

Apalem kemudian mengisahkan pengalaman salah satu warga yang hendak menemui Bupati di kediaman pribadinya.

“Pernah ada masyarakat ke sana juga mau ketemu sama Bupati tapi susah juga karena pada saat kesana oleh penjaga toko ditanya mau perlu sama siapa? Lalu warga tersebut menjawab sama pak 
Bupati. Saat itu dijawab, Ohh.... Pak Bupati lagi istirahat. Akhirnya tamu itu pulang dan tidak jadi bertemu,” kisahnya.

Seandainya saja, saat itu Bupati ada dirumah dinas maka otomatis protokoler akan meresponsnya  sehingga pelayanan publik bisa tetap berlangsung karena masuk dalam catatan tamu.

“Karena itu, saya tegaskan sekali lagi kepada Pemerintah daerah lebih baik rumah-rumah dinas baik Bupati dan pimpinan DPRD di bongkar saja karena tidak bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Aru,” tutup Apalem.

Pantauan Dhara Pos di lokasi rumah dinas Bupati Aru dan pimpinan DPRD, kini mulai ditumbuhi rerumputan pada bagian tangga dan beberapa bagian lainnya.

Bahkan kesan tak terawat, terlihat sangat jelas.

(dp-31)

Label: