Ibadah Paskah Tahun Ini di Namar Berbeda Dari Biasanya

Momen ibadah perayaan Paskah di stasi pusat Paroki Namar, Sabtu (11/4/2020) malam   

Langgur, Dharapos.com - Perayaan malam Paskah tahun ini di Kabupaten Maluku Tenggara berlangsung dalam suasana hening, yang diterangi lilin dan obor.                

Momen itu, sesuai pantauan Dharapos.com, terlihat pada giat ibadah di salah satu stasi pusat Paroki Namar.                     

Perayaan diawali dengan penyalaan dan pemberkatan lilin Paskah oleh Pastor dan diteruskan oleh Dewan Stasi kepada umat di kediamannya masing-masing.              

Suasana berbeda dirasakan umat karena untuk pertama kalinya perayaan Misa Malam Paskah diikuti  dari kediaman masing-masing lewat toa gereja, live streaming di hp dan siaran langsung melalui tv kabel.

Dalam kotbahnya, Pastor Hans Rettob mengawalinya dengan mengucapkan selamat Paskah yang langsung dijawab umat serentak dari rumah masing-masing.

Dia mengingatkan umat agar tidak takut dan cemas menghadapi situasi dan kondisi yang sementara berlangsung dengan adanya wabah virus Corona.                 

"Kita jangan takut dan cemas karena Tuhan akan melihat dan akan hadir dalam kehidupan kita untuk semua masalah yang dihadapi saat ini,” pesannya.                

Dalam cahaya Kristus pada perayaan malam ini, Pastor Hans melontarkan pertanyaan tentang ketakutan terhadap Corona.

“Maka malam ini, kita semua diajak datang untuk berjumpa dengan Yesus maka semua kekawatiran itu akan hilang,” tandasnya.

Seusai ibadah, Jack yang juga salah satu umat di pastori setempat mengaku dirinya prihatin dengan kondisi sekarang yang sedang dihadapinya terlebih khusus dalam perayaan Paskah untuk tahun ini yang terasa lain.                             

"Saya sangat prihatin karena kekusyukan dalam ibadah tahun ini sama sekali tidak ada karena banyak prosesi misa yang dihilangkan,” akuinya.                 

Jack mengaku jika dirinya secara pribadi dan umat lainnya dirasakan beda suasana saat ikut ibadah di gereja dan dirumah.

“Karena pada saat di gereja kita bisa menerima komuni suci tetapi kalau di rumah tidak,” bebernya.

Kendati demikian, Jack memaklumi itu akibat diberlakukannya Sosial Distancing dalam perayaan ibadah misa dan tempat ibadah lainnya menyusul merebaknya virus Covid-19.

(dp-52)

Label: