GMKI Tuntut Permintaan Maaf Pemprov Maluku

GMKI Cabang Ambon saat menggelar aksi demo di depan gerbang masuk kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/8/2020)

Ambon, Dharapos.com - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon menggelar aksi demonstrasi yang berlangsung di gerbang masuk kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/8/2020).

Adapun tuntutan para peserta aksi salah satunya yaitu hentikan segala bentuk euforia dipermalukan publik yang nantinya meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda daerah ini.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Maluku harus meminta maaf kepada seluruh rakyat.

Selanjutnya, Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri harus memberikan teguran keras kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas kelalaian dan inkonsistensinya dalam menjalankan regulasi ataupun protokoler Covid-19.

Serta penerapan program kartu Maluku pintar dan kartu Maluku sehat di tengah pandemi Covid-19 sesuai visi dan misi Gubernur Murad Ismail dan Wagub Barnabas Orno.

Sebelumnya para peserta aksi ini menggelar aksi di tugu Trikora dan dilakukan dengan aksi jalan kaki menuju gong perdamaian dunia .

Wagub Barnabas Orno kemudian datang menemui para peserta demo.

Pada kesempatan itu, mantan Bupati Maluku Barat Daya ini menyampaikan ucapan terima kasih atas fungsi kontrol terhadap pemerintah yang dilakukan ini.

"Saya hadir disini mewakili Pemerintah Provinsi Maluku dan selaku orang tua, saya menyampaikan permohonan maaf atas apa dianggap anda itu salah," pintanya.

Hal ini, mengingat aksi joget pejabat dan anggota DPRD Maluku pada saat paripurna HUT Provinsi di gedung dewan rakyat , kawasan Karang Panjang, Kota Ambon, Rabu (19/8/2020).

"Saya juga berada di sana. Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku memohon maaf kepada anda dan seluruh masyarakat di daerah ini," kembali pintanya.

Sementara itu, korlap yang juga ketua GMKI Cabang Ambon Almindes Syauta meminta agar Gubernur dan para anggota Dewan menyampaikan permohonan maafnya atas aksi joget yang viral di tengah masyarakat.

"Kami minta agar bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk tidak menahan ego dan meminta maaf langsung kepada masyarakat Maluku atas tindakan yang dilakukan dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan," desaknya.

Terpantau, para pendemo tetap ngotot bertemu dengan Gubernur.

Bahkan seandainya tidak bisa ditemui di kantor Gubernur, maka rumah kediaman yang akan didatangi mereka.

Aksi selesai pada pukul 13.20 wit ,peserta aksi membubarkan diri dalam keadaan aman dan tertib.

Untuk diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini Pemprov Maluku di demo oleh berbagai OKP dan mahasiswa.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan berbagai elemen masyarakat terhadap pejabat dan anggota DPRD Provinsi Maluku yang dinilai hanya berbicara soal aturan protokoler kesehatan, tetapi tidak mematuhinya.

(dp-19)

Label: