Lanal Saumlaki Tanam Terumbu Karang di Pantai Mako

Foto bersama 
Saumlaki, Dharapos.com - Pangkalan TNI AL (Lanal) Saumlaki melaksanakan transplantasi atau penanaman terumbu  karang di pantai Mako Lanal Saumlaki, Jumat (14/8/2020).

Berdasarkan rilis dari Lanal Saumlaki, kegiatan tersebut dipimpin Komandan Pangkalan TNI AL Saumlaki Letkol Laut (P) Hartanto, M. Tr. Hanla

Dihadiri oleh seluruh perwira dan personel, Jalasenastri cab 3 korcab IX Ambon DJA Armada III dan para siswa-siswi Saka Bahari Lanal  Saumlaki.

"Transplantasi terumbu karang ini baru kali pertama kami lakukan. Ini sekaligus dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pramuka ke 59 sekaligus  sebagai wujud kepedulian Lanal  Saumlaki dalam menjaga kelestarian habitat laut di laut Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini," terangnya.

Alumni AKABRI 1998 itu mengatakan, kegiatan transplantasi ini adalah program yang telah dimulai sejak 4 bulan yang lalu, namun pihaknya baru menemukan bibit terumbu karang yang diambil di areal lampu merah depan Desa Lermatang.

"Kondisi terumbu karang di sekitaran Saumlaki masih cukup bagus. Namun jika tidak dijaga maka pasti akan rusak, karena ada warga yang sering mencari ikan pakai tombak dan juga pada saat ambil gurita. Itu kan dibalik-balik atau diangkat dari batu, pasti terumbu karang itu banyak yang mati," urainya.

Kegiatan ini akan berlanjut dimana pihak Lanal sendiri akan terus mencari spot-spot yang terumbu karangnya banyak dan bervariasi, sebab tak bisa dibibitkan, sehingga mengambilnya pun sedikit-sedikit.

Danlanal Saumlaki Letkol Laut (P) Hartanto, M. Tr. Hanla saat persiapan
Penanaman itu baru dilakukan di sekitar laut Mako Lanal lantaran ada sedikit kerusakan terumbu karang pada saat pekerjaan dermaga Lanal.

"Lagian kalau ditanam di Lanal kan lebih aman.  Kalau sudah besar baru digeser lagi ke tempat yang rusak," tandas Danlanal.

Media yang dipakai untuk menanam terumbu karang ini adalah 10 unit rak yang terbuat dari anyaman besi dan pipa plastik yang dipotong pendek berukuran 1x1,5 meter agar lebih mudah membawa ke laut.

“Musuh terumbu karang adalah buluh babi. Jadi saat jatuh ke pasir, pasti dimakan bulu babi. Jadi kita buat rak (media tanam, red), ini kita pakai kaki beberapa centimeter agar terhindar dari bulu babi,” tambahnya.

Sesuai literasi, terumbu karang dalam setahun hanya tumbuh 1 Cm sehingga butuh waktu yang cukup lama.

"Jadi kalau sudah rusak, butuh waktu lama hingga puluhan tahun untuk memulihkannya. Tapi saya merintis dari sekarang," sambung Danlanal.

Dikatakannya, kegiatan ini sekaligus juga untuk mengedukasi para Saka Bahari Lanal Saumlaki untuk dapat mencintai dan menjaga ekosistem laut ke wilayah ini.

"Untuk warga yang sering cari ikan pakai tombak, berhati-hatilah pada saat mengambil ikan, sebab terumbu karang itu rusak atau terpotong sedikit saja dari batunya itu langsung mati. Harus ada perlakuan khusus untuk memotongnya. Kalau asal-asalan pasti mati,” pungkasnya

(dp-47)

Label: