 |
| Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marvest Safri Burhanudin |
Ambon, Dharapos.com - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanudin menilai masterplan pengembangan perikanan dan pariwisata Maluku belumlah jelas.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dituntut harus memiliki masterplan yang jelas dalam pengembangan kedua sektor dimaksud.
"Maluku punya potensi pariwisata dan perikanan tetapi tata
ruangnya harus jelas. Master plan Pemerintah Provinsi Maluku harus tegas dan jelas
kemana," tegasnya kepada pers di pelabuhan Tulehu Ambon, Selasa (11/8/2020).
Menurut Safri, sangat disayangkan jika perikanan dan pariwisata
yang merupakan sumber utama ekonomi Maluku tidak dibuatkan suatu perencanaan yang
baik.
Ia mencontohkan, hasil tangkapan ikan di laut Arafura
tidak masuk ke Ambon.
"Padahal itu bisa dikelola! Artinya, tidak apa kalau
tidak mendarat di Ambon selama itu terdata di Ambon," ungkap Safri.
Dengan begitu, hasil tangkapan yang tidak terdata dan pergi
itu sangat berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD) Maluku.
Lanjut Safri, hasil perikanan di Maluku cukup keluar melalui
Tual dan Saumlaki serta tidak harus lewat Ambon, tapi harus terdata di Pemprov Maluku.
"Tentu kalau ada data konsekuensi, ada pajak yang
dibayarkan. Bukan cuman data saja yang diberi. Kalau cuma data saja itu tidak
menarik, tapi harus ada angka untuk menciptakan kemakmuran," pungkasnya.
(dp-19)