Lantik 12 Kepala Ohoi Definitif, Ini Pesan Bupati Malra

Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat memimpin langsung prosesi pelantikan 12 kepala ohoi, Sabtu (5/9/2020)

Langgur, Dharapos.com - Bertempat di aula kantor Bupati Maluku Tenggara (Malra), Sabtu (5/9/2020) dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah 12 Kepala Ohoi di wilayah itu.

Bupati setempat M. Thaher Hanubun memimpin langsung prosesi tersebut.

Terpantau, kegiatan pelantikan dimulai dengan pengambilan sumpah dan pelantikan.  Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati hingga berujung doa sebagai penutup kegiatan.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen pelantikan ini merupakan agenda Pemerintah daerah sebagai wujud komitmen yang telah dipercayakan oleh seluruh rakyat Malra untuk menetapkan dan melantik Kepala Ohoi definitif.

“Kesemuanya itu, tentunya hanya atas ridho dan pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan restu para leluhur,” ucapnya.

Lanjut Bupati, pelantikan Kepala Ohoi yang dilaksanakan saat ini, adalah bentuk implementasi tatanan bernegara dan berpemerintahan.

Ohoi dalam konteks Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan NKRI, yang mana Desa atau Ohoi memiliki Otonomi Asli yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan atau hak tradisional.

Di Malra, pemerintahan ohoi memiliki ciri khas tersendiri karena memiliki sistem dan tatanan yang telah diatur secara khusus baik dalam hukum adat maupun peraturan daerah.

“Jadi, pelantikan dan pengangkatan kepala ohoi yang dilaksanakan saat ini tentunya telah melalui proses yang panjang baik dari aspek administrasi, aspek tatanan adat serta pertimbangan teknis lainnya,” ungkapnya.

Bupati mengakui sungguh dan meyakini bahwa dalam rangkaian proses tersebut terdapat berbagai perbedaan pandangan dan pendapat tentang siapa yang berhak untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Kepala Ohoi.

“Namun alhamdulilah, semuanya dapat terselesaikan dengan baik. Berbagai perbedaan itu bukanlah menjadi pemecah belah persatuan masyarakat namun merupakan wujud dari semangat untuk memilih pemimpinnya guna mewujudkan kemajuan di setiap ohoi. Hari ini, saya melantik 12 kepala ohoi definitif, dan Insya Allah secara bertahap dan berkelanjutan pelantikan kepala ohoi akan kami lakukan lagi,” sambungnya.

Untuk itu, Bupati menegaskan kepada seluruh camat, perangkat ohoi dan instansi terkait lainnya agar segera mempercepat proses pelantikan kepala ohoi definitif lainnya.

Ia berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama seluruh kepala ohoi di Malra berstatus definitif.

Selain itu, permasalahan-permasalahan teknis seperti status BSO yang sudah selesai jabatan agar segera difasilitasi penyelesaiannya oleh camat dan kepala ohoi, serta mengkomunikasikan hal itu dengan Raja.

“Kepada para kepala ohoi yang baru saja dilantik, secara khusus saya atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah daerah menyampaikan selamat dan sukses kepada saudara-saudara yang baru saja dilantik,: ucapnya.

Bupati sangat mengharapkan kinerja optimal dari kepala ohoi untuk memimpin dan memajukan wilayah masing-masing.

“Tantangan saudara-saudara sangatlah berat, mengingat alokasi anggaran yang besar dalam pengelolaan desa. Saudara-saudara dituntut untuk mengelola keuangan desa dengan pola dan sistem manajemen modern, termasuk dalam hal merencanakan, mengelola dan mempertanggungjawabkan dana ohoi dimaksud,” harapnya.

Bupati juga pada kesempatan itu menyampaikan beberapa catatan penting yang perlu diingat dan laksanakan.

“Yakni, segera melakukan reorganisasi pergantian perangkat ohoi yang sudah kadaluarsa” rincinya.
Kemudian, menguatkan fungsi dan peran BSO, dengan mengakomodasi perwakilan marga dan hindari perpecahan.

“Jangan serta merta dengan kekuasaan yang dimiliki lalu kemudian mengganti perangkat BSO tanpa pertimbangan yang obyektif,” pinta Bupati.

Dalam menjalankan pemerintahan, Kepala Ohoi tidaklah berdiri sendiri, namun juga ada Lembaga lain untuk mewujudkan check and balances, sehingga arah penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan sesuai "rel" dan cita-cita seluruh masyarakat di wilayah masing-masing.

Bupati juga mengingatkan suasana kamtibmas di tingkat ohoi agar di jaga dengan baik termasuk tetap menjaga Protokoler Kesehatan selama masa pandemi Сovid-19.

Selain itu, dalam hal penggunaan fasilitas umum, kepala ohoi diharapkan berperan untuk menjaga sarana prasarana pemerintah dengan baik dan tidak menutup jalan umum untuk kepentingan acara keluarga yang berskala kecil.

Pada kesempatan itu pula, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada para Rat yang telah memfasilitasi pengukuhan adat Kepala Ohoi dalam wilayah hukum masing-masing,” ucapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Camat, lembaga adat dan pejabat ohoi serta semua pihak yang telah melaksanakan tugas untuk mempersiapkan penetapan pimpinan definitif.

Kepada Camat Kei Besar Selatan Barat, Bupati menyampaikan apresiasi karena dalam jangka waktu satu tahun mampu menyelesaikan pengangkatan Kepala Ohoi definitif.

“Kepada Camat yang lain, saya tegaskan kembali bahwa evaluasi terhadap kinerja saudara akan terus saya lakukan dan saya tidak segan dan ragu untuk mengganti saudara yang dinilai tidak kompeten dan berkinerja,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan pelantikan  Sekretaris Daerah, pimpinan dan anggota DPRD, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, pimpinan OPD, tokoh agama dan adat, raja, camat, kepala ohoi serta tamu undangan lainya.

(dp-52)

Label: