Pemkab Malra Peringati Hari Nen Dit Sakmas

Tarian adat Kei mewarnai momen peringatan Hari Nen Dik Sakmas tahun 2020

Langgur, Dharapos.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melalui Dinas Kebudayaan setempat menggelar peringatan Hari Nen Dit Sakmas.

Tema yang diusung dalam perayaan ini "Evav Bermartabat".

Momen peringatan tersebut mengambil tempat di lokasi makam Nen Dit Sakmas, Ohoi Samawi, Senin (7/9/2020).

Bupati M. Thaher Hanubun bersama seluruh unsur dalam lingkup Pemkab Malra serta masyarakat mengikuti kegiatan itu.

Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh empat pimpinan agama yaitu Islam, Protestan, Katolik dan Hindu.

Kemudian, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Nen Dit Sakmas yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Malra Ny. Eva Eliya Hanubun.

Turut juga disuguhkan nyanyian adat Nen Dit Vat-vat Dit Koran Rumlus dan cerita perjalanan Nen Dit Sakmas.

Bupati dalam sambutannya mengungkapkan, hari Nen Dit Sakmas kali ini merupakan tahun kedua momen memperingati hari lahirnya sang pahlawan wanita Kei tersebut.

Dan pelaksanaannya juga berbeda karena dilakukan secara yang sederhana dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Karena akibat adanya pandeni Covid-19 sehingga membuat kita harus melaksanakan peringatan hari Nen Dit Sakmas secara lebih sederhana,” ungkapnya.

Namun demikian, ada harapan yang lebih dari itu bahwa melalui momen bersejarah ini nilai-nilai dan filosofi hidup orang Kei yang tertuang dalam hukum Larvul Ngabal maupun cara hidup Nen Dit Sakmas dapat menjelma dalam seluruh kehidupan masyarakat Kei lebih khusus perempuan-perempuan Evav dimanapun berada.

“Sebagaimana tema kita, Evav bermartabat bukan saja wanita tetapi juga kaum laki-laki yang lebih bermartabat untuk menghargai perempuan. Tema ini menjadi penting untuk bersama kita maknai Nen Dit Sakmas sebagai kemuliaan kaum perempuan Kei yang begitu bermakna,” tandasnya.

Lebih dari itu, Nen Dit Sakmas adalah pribadi yang luar biasa yang memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat Kepulauan Kei.

“Nen Dit Sakmas juga adalah figur pemersatu dalam berbagai kehidupan, dimana dirinya mampu mempelopori kehidupan ditegakkannya hukum adat Larvul Ngabal,” sambungnya.

Bupati menambahkan, dalam berbagai kesempatan, para akademi maupun ahli antropologi yang pernah meneliti tentang hukum adat Larvul Ngabal maupun sejarah kepulauan Kei.

“Mereka menyebutkan Larvul Ngabal sebagai hukum adat yang paling humanis dan sejalan dengan nilai-nilai keadaban terutama di zaman yang tidak lagi menyebutkan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

Terpantau pada kegiatan tersebut juga diwarnai aksi Ngel-ngel dari Vakro Revat asal Danar Lumefar, lagu hukum adat Larvul Ngabal dari vocal group Nafiri.

Juga lagu Did Sosoi Evav yang dilantunkan Wakil Ketua I Albert Efruan dan Wakil Ketua II DPRD Malra Bosko Rahawarin serta tarian Sawat Massal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan TNI - Polri, Sekretaris Daerah, pimpinan dan anggota DPRD Malra, OPD, Camat, tokoh agama dan adat, pimpinan dan anggota Persatuan Perempuan Se-Malra serta warga masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, tertib dan aman.

(dp-52)