PDAM Siagakan Petugas Atasi Krisis Air Bersih di Saumlaki

Dirut PDAM Kepulauan Tanimbar, Ronnye Oktovianus The
Saumlaki, Dharapos.com
- Direktur Utama Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ronnye Oktovianus The menyatakan pelayanan air bersih di Saumlaki dan sejumlah desa di kecamatan Tanimbar Selatan, terkendala akibat kemarau panjang hingga debit air berkurang.

Ronnye yang diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (11/10/2020) siang itu menyebutkan bahwa kondisi kekeringan di wilayah kecamatan Tanimbar Selatan ini sama persis dialami oleh sejumlah cabang PDAM di kecamatan Selaru, Tanimbar Utara serta di Wermaktian.

"Sebenarnya kejadian ini bukan baru terjadi. Setiap tahun pada musim begini memang PDAM mengalami persoalan yang rumit. Sebab kemarau panjang dan curah hujan yang sedikit menyebabkan debit air berkurang. Itulah masalahnya," akuinya.

Kekeringan ini, kata Ronnye, mulai terjadi sejak Agustus dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga Januari 2021 mendatang.

Akibat kurangnya debit air ini, PDAM di wilayah Tanimbar Selatan menyiagakan petugas untuk membagi distribusi air secara merata di sejumlah wilayah.

Pelayanan air bagi warga dilakukan di setiap wilayah sesuai jadwal yakni sekali dialirkan air hanya dalam waktu satu hingga dua jam per hari.

Skema pembagian air pun tidak berubah. Jika air banyak, waktu bagi air bisa dua jam, tetapi kalau di bak penampung hanya tersedia sedikit air maka penyalurannya hanya satu jam.

Ia menyatakan akan ada penanganan yang ekstra ketat untuk pembagian dan penampungan air.

"Petugas PDAM sedang berusaha semaksimal mungkin untuk bagaimana menampung dan membagi air secara merata kepada seluruh pelanggan termasuk menunggu hingga larut malam" sambungnya.

Meski begitu, Ronnye mengaku ada beberapa wilayah yang tidak terjangkau lantaran tekanan air yang sangat rendah sehingga tidak sampai ke wilayah empat yang berlokasi di desa Olilit dan beberapa tempat lainnya.

Dijelaskannya, bak penampung PDAM  menampung ratusan kubik, namun jika tidak terisi penuh maka tekanan air tidak bisa mendorong hingga wilayah yang jauh.

Untuk mengatasinya, Ronnye berjanji sedang berupaya untuk membeli satu unit pompa pendorong untuk bisa mendorong air ke bak penampungan agar bisa terbagi dengan baik.

"Mudah-mudahan di bulan Desember air bisa teraliri dengan baik. Kita sedang berupaya membeli pompa pada Desember ini," tambahnya.

Sementara untuk menangani krisis air bersih di sejumlah cabang, pihaknya akan terjun kelapangan guna mengecek kendala yang dihadapi untuk segera dilakukan penanganan.

Sesuai pantauan, masyarakat di wilayah kota Saumlaki dan sejumlah desa yang dilayani PDAM terus mengeluh dengan keterbatasan pelayanan air bersih dari PDAM.

Di wilayah Olilit Barat misalnya, para pelanggan menuturkan kondisi ini bukan baru terjadi semenjak Agustus namun sudah sejak Juli 2020.

"Kami berharap, secepatnya kondisi ini ditangani karena kami mengalami kekeringan ini sudah berbulan-bulan" kata Wawan, seorang pelanggan PDAM.

(dp-47)

Label: