Di Ohoi Dudunwahan, Ketua TP PKK Malra Ingatkan Protokol Kesehatan

Ketua TP PKK Malra Ny. Eva Eliya Hanubun saat hadir pada giat Banggakencana, bertempat di Balai Ohoi Dudunwahan, Senin (14/12/2020)
Langgur, Dharapos.com
- Bertempat di Balai Ohoi Dudunwahan, Senin (14/12/2020), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bersama TP PKK Kabupaten Maluku Tenggara melaksanakan kegiatan Banggakencana bagi masyarakat wilayah itu.

Ketua TP PKK Malra Eva Eliya Hanubun membuka resmi giat tersebut sekaligus membawakan materi.

Dalam sambutannya, Ny. Hanubun mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan saya percaya bahwa apabila warga masyarakat tetap menjaga kesehatan dan merencanakan pembentukan keluarga yang berkualitas maka semua akan berjalan dan tertata dengan baik,” cetusnya.

Ny. Hanubun  juga mengingatkan warga khususnya kaum ibu pasangan usia dini agar tetap menjaga kesehatan.

“Sehingga saat melahirkan seorang anak, tidak ada lagi masalah stunting di Ohoi Dudunwahan ini,”  harapnya.

Persoalan stunting, diakui Ny. Hanubun, merujuk pada laporan Camat bahwa pada Ohoi Dudunwahan masih ada balita stunting sebanyak 18 anak.

“Untuk itu, saya akan datang lagi ke sini dengan pihak-pihak terkait guna dilakukan penanganan,” janjinya.

Ny. Hanubun memastikan pula, akan kembali ke Ohoi Dudunwahan bersama pengurus TP PKK Malra untuk memberikan semangat kepada TP PKK Ohoi dengan uang pembinaan ke setiap Dasawisma.

Tujuannya agar Dasawisma lebih berkembang dalam pembangunan Ohoi-ohoi di Kabupaten Malra.

“Semoga semua yang hadir dan mengikuti kegiatan ini sadar karena mendapat banyak masukan dan berupaya membentuk keluarga yang berkualitas,” tandasnya.

Dalam sosialisasi itu juga, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Thalib Renhoran mengingatkan warga masyarakat agar dapat membentuk keluarga yang berkualitas.

Ia juga menegaskan jika Dinas Pengendalian Penduduk dan KB tidak pernah membatasi kelahiran tetapi warga harus merencanakan keluarga secara baik agar kebutuhan anak tetap terpenuhi.

"Saya tidak membatasi ibu-ibu untuk memiliki anak lebih dari dua tetapi harus bisa merencanakan keperluannya sehingga anak-anak tidak berkekurangan," tegasnya.

Renhoran sendiri membawakan materi dua versi pembinaan keluarga yaitu pembinaan kesehatan dan pembinaan agama dengan harapan masyarakat cepat memahami materi dari penyuluhan itu sendiri.

Terpantau kegiatan tersebut berjalan dengan baik.

Turut hadir, Camat Kei Kecil, kepala ohoi, Babinsa, pendamping serta ibu-ibu pasangan usia subur.

(dp-52)

Label: