Nakes Puskesmas Lorulun Keluhkan Pembagian Insentif Tak Sesuai Beban Kerja

Foto Ilustrasi
Saumlaki, Dharapoa.com
- Insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Lorulun, kecamatan Wertamrian, kabupaten Kepulauan Tanimbar telah dikucurkan pekan kemarin.

Kepada Dharapos.com, sejumlah nakes yang tak ingin diberitakan namanya ini menyatakan, sebagian dari mereka tak mengetahui jika dana insentif telah dikirim ke rekening bank beberapa rekannya.

Mereka baru mengetahui hal itu saat Kepala Puskesmas (Kapus) menginformasikan kepada para penerima untuk mengumpulkan semua uang yang disalurkan melalui rekeningnya kepada bendahara dana BOK untuk  dibagi secara merata kepada semua nakes baik yang ASN maupun honorer.

Informasi tersebut disampaikan melalui WhatsApp Grup, Jumat (11/12/2020).

Padahal menurut mereka, sesuai juknis, dana insentif ini akan diberikan kepada pegawai yang benar-benar turun melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah bandara Mathilda Batlayeri.

"Nyatanya, ada Nakes yang tidak pernah terjun langsung dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 tapi ada dana masuk ke rekeningnya hingga belasan juta rupiah. Sebaliknya kami yang terjun langsung  dirawat inap untuk melakukan penanganan Covid-19 maupun tim bandara untuk pencegahan, itu sama sekali tidak ada dana yang masuk ke rekening kami. Hanya beberapa orang," kesal seorang Nakes.

Menurutnya, pada saat rapat Jumat lalu, Kapus menyebutkan ada Rp189.000.000 yang terbagi ke 18  rekening pegawai Puskesmas Lorulun dengan jumlah yang bervariasi.

"Misalnya, pemegang program surveilens dana masuk ke rekeningnya Rp2.045.000, sedangkan petugas gizi yang tidak pernah pakai APD sama sekali atau tangani pencegahan di bandara, terima dana yang masuk di rekeningnya Rp17.000.000," bebernya.

Tentu mereka  sama sekali tidak puas karena karena  berdiri di garda terdepan dengan beban kerja yang banyak dan tak seimbang dengan  Nakes lain yang tak punya beban kerja untuk penanganan  Covid-19. 

Kapus Lorulun Dinilai Tidak Transparan

Terhadap persoalan ini, para Nakes menilai Kapus Lorulun Simon Fenanlampir tidak transparan dalam menginformasikan jumlah dana yang harus diterima oleh para Nakes sesuai ketentuan, termasuk jumlah dana yang telah dialokasikan.

"Usia rapat hari Jumat itu, kami mendatangi Kepala Bidang P2P, Isak Manupasa untuk mempertanyakan juknis dana Covid-19 dan selisih dari PKM Lorulun dengan PKM Saumlaki yang berbeda," sambungnya.

Para nakes yang beraudiens dengan Kabid P2P itu kaget saat mendengar informasi bahwa dana untuk PKM Lorulun itu bukan Rp189 juta melainkan ada Rp214.000.000.

"Itu yang kami sesali, kenapa tidak ada keterbukaan dari Kapus? Kapus sembunyikan daftar itu dari kami," kesalnya lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa yang dimintai penjelasannya terkait persoalan ini menyatakan bahwa sesuai juknis, insentif itu langsung di transfer ke rekening Nakes masing-masing yang berhak.

"Setiap puskesmas buat kesepakatan masing-masing. Jadi untuk Puskesmas Lorulun dan Saumlaki, penerimanya atas nama orang-orang ini kemudian uangnya di tarik baru diatur secara internal di dalamnya agar nama-nama yang tidak ada itu ikut dapat juga," tandasnya.

Kadis mengakui, sejak awal, dirinya telah  menentang kesepakatan ini, karena akan sulit  dalam menyamaratakan total insentif bagi para nakes.

(dp-47)

Label: