Rajut Kebersamaan, Ini Pesan Bupati Malra ke Para Pendidik

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengunjungi para guru yang sedang mempersiapkan bedeng untuk penanaman kacang tanah
Langgur, Dharapos.com
- Bertempat di Vee Kesyang, Jumat (11/12/2020), Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengunjungi para guru yang sedang mempersiapkan bedeng untuk penanaman kacang tanah.

Kunjungan ini dalam rangka merajut kebersamaan dengan para tenaga pendidik di wilayah itu.

Pembesihan bedeng melibatkan semua guru mulai dari TK, SD dan SMP dari 70 sekolah di Kei Kecil yang berkumpul di Vee Kesyang.

Pantauan media ini, senam pagi bersama digelar mengawali giat dimaksud.

Usai senam bersama, para guru mendengar arahan dari Bupati yang memberikan motivasi dan semangat untuk terus bekerja dengan hati dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik bagi generasi penerus bangsa.

Sambil berkeliling, ia menyapa para guru yang sedang membersihkan bedeng untuk bercocok tanam pada kebun tersebut.

“Istilah guru ini telah ada sejak jaman dahulu. Jadi, guru tetaplah seorang guru meskipun ada yang berusaha keluar dari pekerjaan tersebut dan beralih ke profesi lain,” urainya.

Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru yang hadir pada giat pembersihan ini.

“Bagi saya, saudara-saudara telah memberikan contoh yang baik dan teladan dalam tugasnya bagi orang lain. Walaupun suatu kebaikan yang dilakukan selalu saja ada yang tidak memperhitungkan tindakan tersebut,” akuinya.

Bupati tak menampik bagaimana seorang guru dengan profesinya seringkali jadi perbincangan publik.

“Anak-anak didik yang telah diasuh dan pintar bahkan menjadi sarjana tidaklah mungkin yang ditanyakan siapa pendidik alias gurunya tetapi ketika ada sedkit kesalahan dari gurunya, maka akan menjadi perbincangan sepanjang masa,” bebernya.

Bahkan lebih ironis lagi, sangat sulit bagi seorang wali murid bahkan murid itu sendiri memberikan pernyataan tentang kebaikan dari seorang guru.

“Itu jarang terjadi,” sesalnya.

Meski demikian, bagi Bupati, guru tetaplah guru karena dimana pun dia berada dan dalam kondisi apapun selalu manjadi contoh yang baik bagi siapa saja.

“Sejak dulu hingga kini, guru tetaplah di depan memberi harapan dan contoh,” pujinya.

Bupati kemudian mencontohkan dirinya meski saat ini menjabat sebagai seorang Bupati, tetapi dirinya tetap menjalani hidup sebagai seorang guru.

"Dan itu yang saya praktekkan dalam pemerintahan sekarang meskipun selalu saja dianggap tidak benar oleh sekelompok orang,” ujarnya.

Bupati berharap guru tidak terlibat dalam politik praktis dan tetap berada ditengah-tengah atau netral agar menjadi contoh serta panutan sebagai pembawa harapan untuk kemajuan di Nuhu Evav.

Kepala Dinas Pendidikan setempat Clemens Welafubun ketika dikonfirmasi media ini terkait persiapan keluarga besar guru dalam keterlibatan mengelola Vee Kesyang, mengakui bahwa agenda ini sudah direncanakan sebelumnya.

“Jadi, secara perencanaan memang dilaksanakan kegiatan di Vee Kesyang dengan melibatkan semua komunitas pendidik baik kepala sekolah, guru maupun pengawas yang berada di pulau Kei kecil,” akuinya.

Dijelaskan Clemens, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan walaupun waktunya tertentu saja disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ia menambahkan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk giat kali ini.

“Jadi dilakukan secara sukarela,” tukasnya.

Para guru yang hadir pada giat itu membawa peralatan bercocok tanam serta perbekalan makan minum dan langsung bekerja membersihkan serta menyiapkan bedeng-bedeng yang ada.

Total jumlah peserta yang hadir sebanyak 70-an sekolah dan terbagi dalam 6 kelompok.

Filosofi yang diterapkan yakni kebun akan jadi bila dilakukan secara bersama-sama yang artinya sesuatu pekerjaan sekecil apapun bila dilakukan secara bersama dalam kekompakan dan kebersamaan akan selesai prosesnya.

Bupati juga berkesempatan bersama Kepala Dinas Pendidikan mengisi bedeng-bedeng yang masih kosong.

(dp-52)

Label: