Pejabat Aru Positif Covid-19 Karantina Mandiri, Warga Lorong Dok 07 Panik

Foto Ilustrasi
Dobo, Dharapos.com
- Penghuni kompleks Dok Lorong 07, Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, beberapa hari belakangan ini dihebohkan dengan informasi terkait salah satu warga setempat yang terindikasi positif Covid-19.

Warga dimaksud berinisial KK yang kabarnya kini menjalani karantina mandiri dirumah yang bersangkutan pada kawasan itu.

Untuk diketahui, KK disebutkan menjabat Sekertaris Dinas pada salah satu OPD lingkup Pemda Kepulauan Aru.

Kehebohan tersebut dipicu akibat KK tidak menjalani isolasi pada tempat karantina khusus yang telah di sediakan Gugus Tugas (Gustu) Penanganan Covid-19 setempat, namun yang bersangkutan memilih menjalani Isolasi mandiri di rumah.

Beberapa warga setempat yang menghubungi awak media ini melalui saluran telepon, belum lama ini, membenarkan kegelisahan dan kepanikan mereka atas kejadian tersebut.

Apalagi menurut mereka, kediaman tempat Isolasi yang bersangkutan berada pada lingkungan yang padat penduduk, serta memiliki keluarga besar yang sehari-hari berbaur dengan masyarakat setempat.

Terkait kasus ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kepulauan Aru dr. Hendrik Darakay yang dihubungi awak media ini melalui telepon selulernya, membenarkan hal tersebut.

“Memang yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19,” jawabnya.

Namun dr. Darakay meminta kepada warga setempat untuk tidak panik menyikapi keputusan yang bersangkutan untuk tidak menjalani Isolasi di tempat karantina terpusat yang telah disediakan Gugus Tugas setempat.

Ia menjamin KK akan menjalani Isolasi mandiri dengan baik di rumah.

“Beliau juga memiliki kediaman yang layak untuk menjalani Isolasi mandiri yang didukung dengan keluarganya yang sebagian besar adalah orang kesehatan. Ada satu dokter dan dua tenaga medis,” beber dr. Darakay.

Ia yakin isolasi mandiri yang bersangkutan akan berjalan dengan baik sesuai protokol kesehatan dan tidak ada kemungkinan penularan virus Covid-19 ke warga setempat.

Selain itu, wilayah tempat tinggalnya juga masuk kawasan pemantauan Puskesmas setempat Puskesmas Dobo.

"Saya sangat salut dengan keluarga mereka yang sangat taat terhadap protokoler kesehatan, sehingga mereka semua sudah menjalani pemeriksaan dan mereka semua sehat-sehat. Sekarang tanggung jawab kita adalah menyampaikan kepada basudara disana untuk tidak terlalu panik karena saya sangat yakin beliau akan menjalani isolasi mandiri dengan baik," tandasnya.

Kendati demikian, warga setempat tetap panik dan memintah kepada Gugus Tugas untuk mengarahkan yang bersangkutan menjalani isolasi terpusat di tempat karantina khusus.

"Katong di sini panik, jadi tolong Gugus Tugas suruh antua karantina di tempat karantina khusus, apa sih keistimewaan antua sampe yang lain di tempat karantina khusus mar antua di rumah saja," desak salah satu warga yang meminta namanya tak dipublikasikan.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Aru, Hendrik Ngutra selaku salah satu Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, yang di konfirmasi awak media ini mengaku belum ada laporan yang masuk ke pihak mereka.

Ia menilai, mungkin yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah karena pertimbangan keluarganya yang sebagian besar adalah tenaga kesehatan.

Meski begitu, Ngutra mengaku jika dirinya ada di posisi itu, maka dengan kesadaran sendiri akan melakukan isolasi di lokasi karantina terpusat yang sudah disediakan sehingga tidak mengganggu kondisi sosial di lingkungan setempat.

Terpisah, salah satu tokoh muda setempat memperkirakan meningkatnya jumlah orang terpapar Covid-19 diakibatkan momen Pilkada yang baru saja usai.

Apalagi saat kampanye terakhir sebelum pencoblosan, terjadi kerumunan massa hingga diyakini memicu klaster baru.  

“Protokol kesehatan tidak ada sama sekali, makanya meledak seperti ini,” bebernya.

Olehnya itu, sumber mendesak, tim Satgas Covid-19 dan instansi terkait agar secepatnya mengambil langkah sebagai upaya mencegah melonjaknya angka terkonfirmasi positif di daerah ini.

Sesuai data Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, hingga 3 Januari 2021, jumlah kasus di Kabupaten Kepulauan Aru mencapai 78 orang terkonfirmasi postif.

(dp-31)

Label: