Gelombang Tinggi, BMKG Karel Satsuitubun Keluarkan Larangan Berlayar

Foto Ilustrasi
Langgur, Dharapos.com
– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karel Satsuitubun Maluku Tenggara (Malra) mengeluarkan larangan berlayar.

Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul beberapa daerah di Maluku dikabarkan mengalami peningkatan cuaca, curah hujan yang tinggi, serta gelombang yang naiknya mencapai 6,0 meter

“Dengan adanya perakiran cuaca yang sedianya mengalami kenaikan, sehingga kami mengeluarkan larangan berlayar, warning,” ungkap Kepala Kantor BMKG Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, Stef Demni saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (4/2/2021).

Ia kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya melaut pada saat sekarang ini.

“Jadi, berdasarkan prakiraan yang kita terima dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, pola angin di Indonesia bagian utara, pada umumnya bergerak dari arah Barat laut ke Timur laut, dengan kecepatan angin berkisar (5 – 25 knot),” urai Demni.

Selain itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, umumnya bergerak dari Barat – Barat Laut, dengan kecepatan angin berkisar (5-30 knot).

Sementara untuk wilayah Maluku, kecepatan angin tertinggi terpantau di laut Banda, perairan Kepulauan Letti – Kepulauan Aru dan laut Arafura.

Tinggi gelombang 1,25 – 2,50 m berpeluang terjadi di laut Seram bagian timur, perairan Buru, perairan Ambon-Lease, perairan selatan pulau Seram, sedangkan gelombang tinggi 2,5 – 4,0 (tinggi) berpeluang terjadi Air laut Banda, kunci perairan, perairan Aru, perairan Sermata – Letti dan perairan Babar.

“Tinggi gelombang 4,0 – 6,0 (sangat tinggi), berpeluang terjadi di perairan Tanimbar dan laut Arafura bagian tengah,” sambungnya.

Lanjut Stef, berdasarkan analisis pola angin lapisan atas, terdapat siklon tropis, ‘LUCAS’ pada wilayah timur laut Australia menyebabkan, pemesanan pembelokan masa udara dan pumpunan angin pada wilayah Maluku, yang memanjang dari pulau Jawa, hingga laut Arafura.

Pantauan media ini, berdasarkan surat yang diterima BMKG Karel Sadsuitubun Malra, analisis prakiraan cuaca ini, mulai diberlakukan Kamis (4/2/2021) sampai dengan Sabtu (6/2/2021) pada pukul 09.00 WIT.

(dp-52)

Label: