Pada Peristiwa tersebut, terdapat 2 korban asal Kabupaten Maluku Tenggara yakni saudari Valeriana Silitubun yang juga seorang mahasiswi dan saudari Adelina Silitubun yang keduanya merupakan penduduk Ohoi Rumaat, Kecamatan Kei Kecil Timur.
‘’Peristiwa ini menjadi keprihatinan yang mendalam bagi kita semua, terutama bagi kita masyarakat Evav dimana ada saudari kita yang turut menjadi Korban,’’ ungkap Bupati Malra M. Thaher Hanubun dalam rilisnya yang diterima Dharapos.com, Senin (29/3/2021).
Pada situasi ini, dirinya atas nama pribadi dan Pemerintah daerah mengutuk keras perbuatan keji pelaku pemboman bunuh diri sekaligus mengajak seluruh masyarakat Malra yang berdiam di Nuhu Evav maupun yang berada daerah-daerah lain untuk bersama-sama mendoakan, agar korban peristiwa keji ini diberi keselamatan, kesembuhan serta bagi keluarga diberikan ketabahan.
‘’Peristiwa ini, sesungguhnya tidak ada kaitan sedikitpun dengan agama apapun. Karena semua agama mengajarkan kebaikan, damai dan suka cita bukan kekerasan, apalagi atas nama agama,’’ tegasnya.
Selanjutnya, Senin (29/3/2021) tepat pukul 17.42 WIT, Bupati Hanubun dan Ibu Eva Hanubun langsung berkomunikasi dengan orang tua warga Malra yang turut jadi korban pada peristiwa mengerikan itu.
‘’Saya bersama ibu Eva telah berbicara langsung melalui video call aplikasi WhatsApp dengan orang tua dari ananda Valeriana Silitubun salah satu dari 2 warga kami yang jadi korban luka dalam insiden bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar,’’ bebernya.
Bupati Hanubun telah menyampaikan keprihatinan atas nama pribadi maupun Pemda dan seluruh masyarakat Malra.
Direncanakan, Selasa (30/3/2021), utusan keluarga akan berangkat ke Makassar untuk menemui korban.
‘’Dan apabila ada kesempatan dan Tuhan mengizinkan saya akan temui korban dan keluarga di Makassar. Saya ingin memastikan, bahwa Pemerintah daerah hadir bersama-sama dengan meraka,’’ tandasnya.
Melalui press release ini, Bupati mengajak seluruh masyarakat Malra untuk bersama-sama merawat persaudaraan sejati dalam kepelbagaian suku, ras dan agama di bumi Larwul Ngabal tercinta.
(dp-52)