Rakor Dihadiri Widya Murad, Bupati Malra Beberkan Keberhasilan Penanganan Stunting

Rakor Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Malra yang dihadiri Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail, Jumat (26/3/2021) malam

Langgur, Dharapos.com
– Bertempat di aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (26/3/2021) malam, dilaksanakan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di wilayah tersebut.

Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail hadir langsung pada giat tersebut sebagai salah satu agenda kunjungannya ke Kabupaten Malra.

Ia didampingi Asnib Parenting Malra Eva Eliya Hanubun.

Bupati M. Thaher Hanubun dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Ahmad Yani Rahawarin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malra berkomitmen untuk senantiasa fokus menuntaskan stunting. 

‘’Mengingat peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,’’ tegasnya. 

Lanjut Bupati,  sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN), penanganan stunting akan terus dioptimalkan baik di tingkat pusat maupun di daerah, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Hal ini berkaitan erat dengan upaya penyiapan SDM unggul dan berkualitas guna menyambut Visi Indonesia Maju pada 2045 mendatang.

‘’Untuk itu, upaya penanggulangan stunting harus dilakukan secara simultan, dimulai dari sekarang dan harus konsisten, agar dapat membuahkan hasil yang optimal," cetusnya.

Bupati merincikan, upaya penanggulangan stunting di negeri berjuluk Bumi Larvul Ngabal ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Dan hingga kini terus menjadi agenda prioritas.

"Di bawah Koordinasi Asnib Parenting, Ibu Eva Eliya, upaya penanggulangan stunting di Maluku Tenggara terus ditingkatkan dan menjadi sebuah gerakan yang menyeluruh, dari tingkat perangkat daerah sampai di level pemerintah desa," sambungnya.

Bupati pun tak menampik jika upaya itu semakin optimal berkat dukungan dan perhatian Gubernur dan Duta Parenting Provinsi Maluku .

Ia pun mengapresiasi Duta Parenting Maluku Widya Pratiwi Mura Ismail yang senantiasa hadir untuk bersama-sama memperkuat komitmen bagi percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Malra.

Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin saat membacakan Bupati M. Thaher Hanubun 
Bupati menambahkan pula, di dua tahun terakhir ini peran pemangku kepentingan dalam penanggulangan stunting di daerah ini semakin meningkat.

Tim Konvergensi Stunting yang dibentuk mampu melaksanakan fungsi koordinasi yang baik sampai ke tingkat desa.

Terbukti, pada 2020 lalu dari 10 desa yang ditetapkan sebagai Lokus Stunting di Kabupaten Malra, sebanyak 7 desa berhasil dientaskan.

"Jadi, dari 10 desa lokus tahun 2020, tujuh desa berhasil dientaskan. Sisanya, tiga desa masih terbawa dalam penetapan lokus stunting tahun 2021 sebanyak 8 desa," rincinya.

Sepanjang tahun 2020, lanjut dia, telah dilaksanakan secara penuh delapan aksi konvergensi stunting.

Aksi ke 8 tersebut terakhir diselengarakan pada Februari 2021, yakni review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir.

Hasilnya, sepanjang tahun 2020 terdapat 15 program yang berkaitan dengan penanganan stunting, yang telah dilaksanakan oleh 10 OPD Malra. 

"Keseluruhan program itu mampu terlaksana dengan persentase di atas 80 persen, yang  secara nyata memberi dampak kepada masyarakat sampai di tingkat desa. Hal ini juga ditunjang dengan keterlibatan aktif pemerintah desa dengan dukungan penuh Tim Penggerak PKK Desa, yang melakukan upaya penanganan stunting sesuai Lokus yang ditetapkan," tandasnya.

Bupati menambahkan, fungsi koordinasi yang dilaksanakan telah melahirkan sinergi penanganan stunting di Kabupaten Malra.

(dp-52)

Label: