YPKKA Gelar Sosialisasi Pembinaan Guru dan Pegawai di Wilayah Kepulauan Tanimbar

Suasana giat sosialisasi program kerja pembinaan guru dan pegawai IASP wilayah perwakilan Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Saumlaki, Selasa (23/3/2021)
Saumlaki, Dharapos.com
- Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina (YPKKA), menyelenggarakan sosialisasi program kerja pembinaan guru dan pegawai Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan  (IASP) wilayah perwakilan Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Saumlaki, Selasa (23/3/2021).

Kegiatan yang di selenggarakan di gedung Natar Kaumpu Saumlaki itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat Christianus Fatlolon dan turut dihadiri Sekretaris YPKKA pusat Jhon Dumatubun bersama Pastor Simon Petrus Matruti Pr wakil Uskup wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Pastor Simon juga dikenal sebagai Kepala Kantor YPKKA wilayah Kepulauan Tanimbar.

Peserta kegiatan tersebut adalah para kepala dan staf pada sejumlah sekolah dibawah naungan YPKKA.

Wakil Uskup dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan itu merupakan keberkelanjutan dari giat-giat sebelumnya, yang bertujuan mensosialisasikan rencana kerja YPKKA tahun 2021 yang diselenggarakan secara serempak pada awal tahun di seluruh keuskupan Amboina.

Ia menambahkan, kegiatan itu juga sangat penting karena tidak terlepas dari visi YPKKA yakni menciptakan sekolah sebagai komunitas pendidikan yang kristiani, unggul, profesional dan yang peduli.

"Kita juga akan membantu sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan untuk secepatnya diakreditasi" sambungnya.

Sekretaris YPKKA Pusat Jhon Dumatubun (kiri) dan Pastor Simon Petrus Matruti Pr Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar - MBD

Wakil Uskup berharap, di tahun ajaran 2021-2022 ini sudah bisa dilakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Sekretaris Disdikbud Kepulauan Tanimbar Christianus Fatlolon dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan yang dilakukan itu sangat membantu Pemda untuk mewujudkan Tanimbar yang cerdas.

"Pendidikan di kepulauan Tanimbar pada masa pandemi Covid 19 ini memang sangat memprihatinkan karena kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum berlangsung," katanya.

Sesuai hasil on the spot yang dilakukan oleh pihaknya untuk memantau proses belajar siswa dan siswi di tengah masa pandemi ini sangat memprihatinkan.

Fatlolon membenarkan tidak ada lagi siswa yang pro aktif dalam meningkatkan mutu pembelajaran di rumahnya.

Untuk itu dia menyarankan agar para kepala sekolah dan dewan guru di bawah naungan YPKKA wilayah kepulauan Tanimbar lebih memperhatikan dan mengedepankan sumber daya manusia. Khususnya lebih menguasai IT dalam dunia pendidikan agar para dewan guru tidak terpinggirkan.

"Yang menjadi catatan dari para kepala sekolah adalah tidak boleh mengangkat operator di luar lingkup sekolah karena sangat berpengaruh terhadap loyalitasnya," sambung Fatlolon.

Sesuai pantauan, pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan lancar.

(dp-45)

Label: