Maluku – Jatim Bakal Jalin Kerjasama Bidang Perekonomian

Wagub Maluku Barnabas Orno saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (24/6/2021)

Ambon, Dharapos.com
- Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (24/6/2021).

Momen kunjungan tersebut berlangsung di kantor Gubernur setempat.

Usai pertemuan, Wagub Orno menyampaikan, pertemuan ini akan ditindak lanjuti dengan kerjasama dalam bidang perekonomian untuk mendorong penurunan angka kemiskinan.

"Kalau investasi itu baik, perdagangan itu baik maka akan sangat berdampak bagi masyarakat. Ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama (MoU, red) antara Provnsi Jawa Timur dan Maluku,” sambungnya.

Dikatakan Wagub, untuk kerjasama antar daerah ini lebih pada hal-hal yang prioritas.

"Intinya kita lebih ke jangka pendek, ke jangka menengah dan jangka panjang, kita lebih pada hal-hal yang prioritas," terangnya.

Dijelaskan Wagub, Provinsi Maluku tidak hanya mengirim barang ke Jawa Timur tetapi juga daerah tersebut dapat mendatangkan investor untuk industri UMKM.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan menyampaikan, akan memperkuat jaringan pasar antara Maluku dan Jawa timur sehingga neraca perdagangan tidak terlalu jauh nilainya.

"Sekarang barang-barang dari Jawa timur yang dikirim ke Maluku nilainya Rp2,14 Triliun. Sedangkan nilai barang dari Maluku ke Jawa Timur nilainya Rp251 Mliliar, bagaimana kita memperluas pasar," urainya.

Untuk penjajakan, pihaknya akan datang membawa investor ke daerah ini guna melihat potensi yang ada. Dan juga Jatim mengimpor bahan baku itu sekitar 70 - 80 persen.

"Untuk itu diharapkan nanti sudah ada pemetaan pada masing-masing sektor seperti kehutanan, perindustrian, perdagangan dan perikanan terutama," sambungnya.

Diakui Kadis, hampir semua potensi dari Maluku yang merupakan komoditi ekspor tertinggi pada perikanan serta makanan dan minuman.

"Saya kira bisa disinergikan terutama adalah SNI karena banyak produk dari luar Jawa itu belum di-SNI. Untuk itu, perlunya standarisasi SNI-nya baru bisa dibawa masuk ke pasar global,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Gubenur Percepatan Pembangunan (TGPP) Provinsi Maluku, Hadi Basalamah menyampaikan, ini adalah salah satu bentuk kerja sama antar Pemda serta bisnis.

“Jadi esensi dari pertemuan ini akan diwujudkan pada tanggal 7 Juli 2021,untuk bagaimana memperkuat kerjasama khusunya pada bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan sektor sektor lainnya yang dapat kita adopsi antara Jawa Timur dan Maluku," terangnya.

Dijelaskan pula, Maluku merupakan daerah yang punya potensi pasar besar sehingga untuk kedepannya perlu dilakukan percepatan khususnya peningkatan daya saing ekonomi.

Selanjutnya, hasil produksi dari UMKM itu kemudian akan diberi label.

"Kita perlukan satu nilai ukuran, yaitu produk itu harus berSNI. Contohnya seperti kayu putih juga produk-produk turunan UMKM lainnya," jelasnya.

Dikatakannya, hasil produk daerah haru diberi label  sehingga nilai jualnya semakin tinggi.

"Insya Allah pada satu Juli mendatang, kita dengan badan standarisasi akan bertemu untuk MOU  dan rencana kerja," katanya.

Dengan begitu peningkatan pelayanan publik perlu ditingkatkan dan produk asal Maluku memiliki nilai jual lebih.

"Kita akan coba fokuskan lagi pada konektivitas (perhubungan), biaya pengiriman barang dari Maluku ke Jawa Timur bisa lebih efisien dan sebaliknya dan menguntungkan kedua belah pihak," pungkasnya.

(dp-19)

Label: