Astaga, Pasien Covid-19 di Aru Bebas Berkeliaran

LF rencananya, Jumat (2/7/2021) siang tadi hendak kembali ke Kecamatan Aru Tengah Benjina melalui pelabuhan rakyat Pasar Timur namun terjadi penundaan akibat para pemilik ketinting menolak ditumpangi yang bersangkutan

Dobo, Dharapos.com
– Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kini kembali meningkat pasca masuknya varian baru dari virus yang lebih mematikan.

Berbagai kebijakan pun dikeluarkan baik di tingkat pusat hingga ke daerah demi menghadang penyebaran virus tersebut.

Namun mirisnya, jika hal itu tak mendapat dukungan dari masyarakat sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Aru tepatnya di kota Dobo.

Faktanya, LF (62) salah satu warga yang dilaporkan terkonfirmasi positif usai menjalani tes di Puskesmas Benjina, malah bebas berkeliaran.  

Awalnya, dari hasil pemeriksaan Swab Antigen oleh pihak Puskesmas Benjina pada tanggal 24 Juni 2021, LF dinyatakan positif.

Kemudian pihak Puskesmas Benjina mengarahkan yang besangkutan untuk melakukan karantina mandiri di kediamannya, kompleks Kilo, Desa Benjina.

Faktanya, bukan menjalani karantina, LF malah berkeliaran diluar.

Terbukti, malah sejak Senin (28/6/2021), LF mengaku dirinya berada di kota Dobo dengan tujuan untuk mengantar keluarganya berangkat ke  Jawa timur.

LF rencananya, Jumat (2/7/2021) siang tadi tepatnya di pelabuhan rakyat (Pelabuhan Feri_Pasar Timur) berencana kembali ke Kecamatan Aru Tengah Benjina namun terjadi penundaan.

Pasalnya, para pemilik kendaraan laut (Ketinting, red) tidak mengizinkan tumpangan bagi yang bersangkutan.

Lantaran batal berangkat, saudara LF juga terpaksa balik arah menuju rumah salah satu familinya di kawasan Zipur dengan menumpangi Ojek.

Salah satu warga kepada media ini, mengaku heran kenapa seorang pasien Covid-19 yang sudah nyata-nyata terkongfirmasi masih bias bebas berkeliaran.

“Kok bias berkeliaran tanpa ada pengawasan sedikit pun dari Tim medis Kecamatan Benjina,” herannya.

Sumber pun meminta tim gugus tugas Covid-19 Kepulauan Aru serius memperhatikan hal ini dan segera mengambil tindakan.

Ia mengharapkan adanya peran aktif ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Aru dalam hal ini Bupati setempat dr. Johan Gonga untuk segera mengatifkan kembali satuan tim medis yang tergabung dalam satuan Gugus Tugas agar bisa mengatasi pasien Covid-19 yang positif tapi berkeliaran tanpa ada pengawasan.

“Ya….minimal di bawa ke tempat karantina atau ke rumah sakit guna mencegah terjadinya penularan ke masyarakat. Dan tolong dibimbing agar yang bersangkutan juga lebih paham statusnya sebagai pasien Covid-19,” pungkas sumber.

(dp-31)

Label: