
Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Tanimbar, Alowesius Batkormbawa
Saumlaki,
Dharapos.com - Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
(KDPDTT) melalui Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal,
Direktorat Penyerasian Pemanfaatan SDA dan Lingkungan akan membangun fasilitas
penunjang dalam kawasan hutan mangrove di desa Ritabel, kecamatan Tanimbar
Utara, kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku untuk dijadikan sebagai kawasan ekowisata
dan eduwisata.
Kepala Dinas
Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alowesius Batkormbawa menyatakan,
pembangunan fasilitas untuk kawasan ekowisata dan eduwisata di desa ini diatas
areal hutan mangrove seluas 15 hektar.
"Ada
program yang menarik yang kita usulkan juga adalah soal ekowisata dan
eduwisata. Kegiatan ini sudah ditetapkan lokasinya yakni 15 hektar di desa
Ritabel kecamatan Tanimbar Utara," terangnya di Saumlaki, Rabu (7/7/2021).
Menurut Alowesius,
kawasan ekowisata adalah kawasan wisata berbasis ekosistem sementara eduwisata
adalah berbasis pendidikan, dimana nanti di tempat ini bisa dilakukan kegiatan
penelitian dan sebagainya.
Berdasarkan
juknis yang diterima, akan ada pembangunan jalan ke kawasan mangrove dan
pembangunan menara pandang.
"Kegiatan
pembangunannya akan dilaksanakan dan rampung dalam tahun ini" sambungnya.
Measih menurut
Alowesius, pemanfaatan hutan mangrove untuk kawasan ekowisata dan eduwisata
merupakan salah satu cara untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mangrove
sebagai ekosistem yang menjadi perantara antara lautan dan daratan.
Bahkan menjadi
ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting pada wilayah pesisir.
Selain itu,
ekosistem mangrove memberikan banyak
manfaat bagi kehidupan manusia, baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Mantan Kepala
Bappeda Kepulauan Tanimbar ini menyebutkan bahwa pada tahun depan, pihaknya
berencana membangun kawasan ekowisata dan eduwisata di kecamatan Tanimbar
Selatan.
"Kenapa
kita usulkan di Tansel, karena hutan bakau di wilayah ini masih sangat baik. Disisi
lain, Saumlaki merupakan pusat ibu kota Kepulauan Tanimbar dimana tingkat
hunian orang yang paling banyak. Artinya kebutuhan akan hiburan itu sangat tinggi,"
bebernya.
Alowesius
berharap, pembangunan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata dan
eduwisata ini akan menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat, selain sejumlah
objek wisata lainya.
(dp-18)
Label: Kabupaten Kepulauan Tanimbar