Jurnalis Malukupost.com Kontributor Aru Jadi Korban Aniaya, Ini Faktanya

Hengky Labatar, jurnalis Malukupost.com Kontributor Aru yang jadi korban penganiayaan (kiri) dan tempat cuci tangan yang disiapkan untuk mengatasi penyebaran Covid-19 dalam kondisi pecah

Dobo, Dharapos.com
- Program pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dicanangkan oleh pemerintah sepertinya tidak berlaku di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru.

Terbukti Minggu (1/8/2021) dinihari, sekelompok warga yang dipengaruhi minuman keras (miras) membuat ulah.

Oknum ASN, Teko Letwar yang bertugas di Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Kepulauan Aru diketahui tergabung dengan para pemabuk itu.

Dilaporkan, Teko Letwar bersama sesama pemuda mabuk ini mendatangi warung Hengky Labatar yang juga kontributor Media online Malukupost.com yang beralamat di Kampung Jawa.

Teko Cs kemudian merusaki galon tempat cuci tangan yang disiapkan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Tak hanya itu, Hengky Labatar yang juga pemilik warung juga jadi sasaran penganiayaan.

Peristiwa apes tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 Wit.

Awalnya, saat Teko Cs mendatangi warung Hengky, jurnalis Aru itu beserta isteri dan anaknya sudah tidur.

Mulanya istri Hengky yang bangun akibat dikejutkan ketika mendengar ember cuci tangan yang selalu diletakkan didepan rumah dipecahkan oleh salah satu oknum pelaku.

Merasa tidak terima ember cuci tangan yang merupakan salah satu program pemerintah untuk mencuci tangan itu dipecahkan, isteri Hengky marah dan terjadi adu mulut.

Mendengar istrinya sedang terlibat adu mulut, Hengky Labatarpun terbangun dan keluar menuju arah tempat istrinya dimarahi.

Saat terjadi cekcok antara istri Labatar dan para pemabuk, Kanit Buser Polres Kepulauan Aru, Rulan Sapulette sementara berada di TKP.

Anehnya, sang oknum polisi tersebut memilih diam menyaksikan saat Hengky terhuyung dan pingsan dihajar Teko Letwar.

Menurut keterangan yang diterima dari istri Labatar, saat suaminya terjatuh dan tidak sadarkan diri, Kanit Buser dan beberapa orang yang ada di TKP tetap memilih diam.

Setelah istrinya menangis sembari membanting tubuhnya di tanah, barulah Kanit Buser bergerak untuk menahan pelaku.

Hengky Labatar dilarikan ke RSUD Cendrawasih untuk divisum, sementara pelaku diamankan di Polres Kepulauan Aru namun tidak ditahan.

Akibat penganiayaan tersebut, Hengky mengalami luka robek dan mata sebelah kiri memar akibat pukulan keras Teko Letwar.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish belum diperoleh keterangan dari otoritas kepolisian setempat

(dp-31)

Label: