Pemkab Kepulauan Tanimbar Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Masyarakat Ditengah Pandemi Covid-19

Momen doa bersama untuk keselmatan masyarakat ditengah pandemi Covid-19

Saumlaki, Dharapos.com
- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar doa bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan tokoh umat di kantor bupati yang beralamat di jalan Ir. Soekarno Saumlaki, Rabu (1/9/2021).

Dalam doa bersama itu, para pemuka agama secara bergantian memimpin doa sesuai tradisi dan ajaran agama masing-masing.

Para pemuka agama Islam, sejumlah pendeta dari dedominasi gereja-gereja Kristen dan Wakil Uskup wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya dihadirkan dalam doa bersama itu.

Ada tiga perwakilan pemimpin agama yang berdoa secara bergilir yakni Hj.Tamsil Herman (Ketua Majelis Ulama Indonesia di Tanimbar), Pendeta F. Ranguly dari Majelis Pekerja Klasis Tanimbar Selatan serta Wakil Uskup wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya Pastor Simon Petrus Matruty.

Mereka mendoakan bangsa Indonesia agar selalu kuat dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19, dan berharap kasus penularan virus itu segera berakhir.

Di akhir doanya, mereka menumpangkan tangan dan memohon berkat Tuhan untuk seluruh umat di negeri ini.

Bupati setempat, Petrus Fatlolon menyatakan, doa yang digelar bersama ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Pemkab bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pemuka agama menyadari betapa pentingnya doa bersama dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ungkapnya di awal kegiatan itu.

Dikatakan, doa bersama ini disepakati dalam rapat koordinasi antara Pemerintah daerah dan FKPD. Ditetapkan, pelaksanaan doa bersama dilakukan secara rutin pada setiap tanggal 1 bulan berjalan pada pukul 08:00 WIT.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon

"Khusus di kota Saumlaki, hari ini kita laksanakan di kantor bupati dan diikuti secara virtual oleh masyarakat. Sementara di kecamatan dan desa-desa yang belum tersedia jaringan internet yang memadai, dapat melaksanakan doa bersama secara langsung," sambungnya.

Bupati mengajak seluruh masyarakat Tanimbar yang tersebar di lebih dari delapan puluh desa dan sepuluh kecamatan itu untuk bersama-sama mendaraskan doa secara rutin, meminta Tuhan untuk memulihkan daerah dan bangsa  dari bencana non alam ini yang sedang melanda dunia.

Doa bersama secara rutin menurutnya akan membawa keluar dari ancaman bencana non alam ini, dan agar supaya terjadi pemulihan ekonomi serta pelaksanaan pembangunan yang lancar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Kepada pemuka agama, pimpinan kecamatan dan desa, saya minta agar dapat menggerakkan umat dan masyarakat untuk berdoa di tempat masing-masing sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing" tandasnya.

Data yang dihimpun dari laman Gustu Covid-19 Provinsi Maluku https://corona.malukuprov.go.id/ per 30 Agustus 2021, di Tanimbar masih tergolong zona merah dengan 16 kasus konfirmasi positif Covid-19.

(dp-47)

Label: