Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pengurangan Resiko Bencana

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan

Ambon, Dharapos.com
- Semua komponen masyarakat harus dilibatkan dalam pengurangan resiko bencana.

Hal ini penting agar masyarakat tidak gagap ketika bencana terjadi.

"Pengurangan resiko bencana adalah kegiatan yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Jadi kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kita tergagap menolong masyarakat atau korban," ungkap Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan kepada pers di kantor Gubernur, Jumat (1/10/2021).

Dikatakannya, sebelum bencana terjadi harus dilakukan tindakan seperti pencegahan, mitigasi kesiapsiagaan dan peringatan dini.

Kurniawan menyampikan, di Indonesia peringatan bulan pengurangan resiko bencana tahun 2021 dilakukan pada Oktober. Sedangkan di tingkat internasional jatuh pada tanggal 13 Oktober.

"Tetapi karena Indonesia banyak sekali aktivitas maka kita gunakan sebulan," sambungnya.

Lanjut Kurniawan, kegiatan pra bencana juga akan dilakukan pada sekolah- sekolah, juga rumah-rumah guna penguatan dengan program keluarga tangguh bencana di sekolah serta program satuan pendidikan aman bencana.

"Pada puncaknya nanti tanggal 19 dan 20 Oktober, mereka akan hadir sebagian di Kota Ambon untuk melakukan acara puncak. Di samping itu, akan hadir Kepala BNPB Pusat (Ganip Warsito) dan beberapa Menteri tapi intinya kami masih batasi karena pandemi," sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penanaman pohon mengingat Maluku juga merupakan daerah yang rentan terhdap banjir, tanah longsor, banjir bandang.

Kurniawan berharap media mendukung penanganan bencana  dengan tidak menyajikan berita yang menakut-nakuti, tetapi pengetahuan kepada masyarakat agar paham dan tidak panik sehingga tidak ada yang korban.

"Dalam penanganan bencana ada lima pilar yaitu pemerintah, akademisi, media massa, masyarakat dan lembaga usaha," pungkasnya.

(dp-19)

Label: