Sekdes Adaut Dilaporkan ke BPD Soal Pembangunan Rumah Pintar - Rumah Sehat di Tnyafar Minanlel

 Rumah Pintar dan Rumah Sehat di Tnyafar Minanlel - Angwarmas, Desa Adaut

Saumlaki, Dharapos.com
- Sekretaris Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Librek Batfeni dilaporkan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Adaut oleh Amus Songupnuan (45) gara-gara pembayaran upah tukang yang tidak transparan.

Amus Songupnuan adalah warga Desa Adaut dan dipercayakan menjadi kepala tukang pembangunan Rumah Pintar dan Rumah Sehat di Tnyafar Minanlel-Angwarmas desa Adaut.

Kepada Dharapos.com, Amus menyatakan, Sekdes Librek sudah berjanji untuk membayar upah tukang pada pembangunan Rumah Pintar dan Rumah Sehat di Tnyafar Minanlel.

Ternyata Sekdes tidak tranparan bahkan tidak tepati janji. Padahal pembangunan itu sudah rampung sejak 2019 namun upah mereka baru dibayarkan pada Oktober 2021 itupun tidak sesuai dengan perjanjian awal.

"Upah tukang yang pernah katong (kita) sepakati dalam rapat pada 2019 dengan Bapak Sekdes itu adalah Rp20.000.000,- namun kemarin dibayarkan kepada para tenaga kerja. Saya juga baru tahu sudah terbayar dan upah saya selaku kepala tukang belum saya terima sampai sekarang " bebernya.

Menurut Amus,  Bupati Petrus Fatlolon pernah berjanji dari Pemda akan memberikan Rp100.000.000 untuk dua bangunan yakni Rumah Pintar dan Rumah Sehat. Namun Sekdes meminta kepada para tukang untuk dibuat menjadi satu bangunan saja.

Tak hanya itu, Amus juga menyayangkan sisa material berupa kayu juga entah dimana. Padahal  dirinya selaku kepala tukang juga masih punya hak untuk mengatur itu.

Amus berharap Ketua BPD harus lebih jeli dalam melakukan tugas dan fungsi pengawasan untuk Staf Pemerintah Desa yang menyalagunakan kewenangan dan anggaran di wilayah itu.

Sementara itu, salah satu informan menginformasikan bahwa pembangunan Rumah pintar dan Rumah Sehat itu dialokasikan melalui Dana Desa 2019.

"Pembayaran upah tukang yang harus dibayarkan tahun 2019 kenapa baru terealisasi tahun 2021 sedangkan anggaranya sudah ada sejak 2019". Beber sumber di Adaut pada minggu (17/10/21) lalu.

Namun informan itu juga mengoreksi informasi tentang bantuan Pemda untuk pembangunan Rumah Pintar dan Rumah Sehat  yang pernah disampaikan oleh Bupati pada acara peresmian Taman Anggrek di Tnyafar Minanlel bukan Rp100.000.000 tetapi hanya Rp.30.000.000.

Ketua BPD Adaut Zakarias Ratuanak saat diwawancarai dirumahnya menyatakan, pihaknya sudah menyurati Pemerintah desa agar segera menyelesaikan persoalan yang dialami Amus songupnuan.

"Ini hanya persoalan internal pada Tnyafar Minanlel saja maka pasti bisa dapat terselesaikan secepatnya," janjinya.

Sekdes Adaut, saat di konfirmasi menyatakan, waktu itu masyarakat yang berada di Tnyafar Minanlel sudah sepakat untuk pekerjaan pembangunan Rumah Pintar dan Rumah Sehat dilakukan secara gotong royong.

"Pada saat rembuk untuk menjalankan pembangunan dimaksud itu pekerjaannya secara gotong royong, tanpa pengawas, tanpa kepala tukang dan upah yang dibayarkan juga langsung ke pengurus Tnyafar sehingga itu menjadi urusan internal. Itu hasil koordinasi dengan kepala Tnyafar Minanlel," ujarnya melalui telepon selulernya, Kamis, (21/10/2021).

Sekdes mengaku, Pemdes telah menyerahkan dana upah tukang kepada pengurus Tnyafar, namun dalam pembagiannya tak melibatkan Amus yang mengaku sebagai kepala tukang, sehingga Amus merasa resah.

"Terhadap material sisa berupa kayu itu kami selaku Pemerintah desa menyarankan kepada Kepala Tnyafar untuk jangan dibagi perorangan namun digunakan untuk kepentingan bersama dalam Tnyafar," klaimnya.

Librek menjelaskan, anggaran pembangunan Rumah Pintar dan Rumah Sehat itu bersumber dari Dana Desa  tahun anggaran 2019  yaitu sebesar Rp.100.000.000. 

Namun pembangunannya itu satu paket dengan pengadaan pipanisasi untuk air bersih bagi kedua Tnyafar di pulau Anggwarmas yaitu Tnyafar Minanlel dan Tnyafar Namar.

"Untuk bangunannya disatukan saja karena biar lebih gampang dibersihkan oleh masyarakat di Tnyafar, termasuk lahan juga yang terbatas," ujarnya.

Librek juga menjelaskan, Rumah Pintar dan Rumah Sehat sudah selesai dibangun sejak 2019. Sedangkan upah tukang baru terbayar pada 2021 karena menurut Sekdes dia cuti pada saat persiapan calon kepala desa.

"Setelah itu saya masih belum bisa bayar karena menurut Penjabat Kades jangan dulu nanti jadi sorotan masyarakat," tandasnya.

(dp-45)

Label: