Pimpin Tutup Atap Gereja Wetuar, Bupati Malra : Rumah Ibadah Prioritas

Bupati M. Thaher Hanubun saat memberikan sambutan

Langgur, Dharapos.com
- Bupati M. Thaher Hanubun menegaskan pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu prioritas Pemerintah Daerah Maluku Tenggara saat ini.

Selain itu, pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan budaya Maren atau Gotong Royong.

Hal itu disampaikannya saat hadir sekaligus didaulat memimpin penutupan atap gedung Gereja Katolik St. Petrus dan St. Paulus, Watuar Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (16/11/2021).         

Penutupan atap ditandai dengan prosesi pemberkatan dan pemasangan atap pertama oleh Bupati didampingi pastor serta pimpinan dan anggota DPRD.

“Budaya maren adalah kebiasaan adat istiadat kita yang tidak boleh tergeser, kita harus mempertahankannya. Ketika saya dan Wakil Bupati dilantik, saya mencoba membangkitkan budaya ini,” ungkap Bupati.

Langkah ini kemudian dimulai dari semua OPD baik pimpinan Eselon II, III dan staf pergi ke Gereja dan Masjid seperti di Gereja Katolik Kolser, Gereja Protestan Ohoiseb dan Ohoidertawun, dan juga Masjid Mastur lama, untuk bekerja atau maren bersama membangunnya.

"Itu menunjukan kita bukan siapa-siapa, mungkin kita punya ada sedikit, semangat dan lainnya, namun ketika menjadi jadi satu maka semuanya dapat terlaksana dengan baik," bebernya.

Gereja St. Petrus dan St. Paulus ini berdiri jika tanpa dukungan semua pihak maka itu tidak mungkin.

“Jika kita harap orang Watuar sendiri itu mungkin juga akan berdiri, tapi tentunya butuh proses yang lama. Namun bagi saya, saya sendiri tidak menginginkan pendirian rumah ibadah ini memakan waktu bertahun-tahun, setelah peletakan batu pertama. Jangan lagi kita tunggu sampai puluhan tahun kedepan lagi baru kita resmikan,” cetusnya.

Bupati kemudian mengingatkan betapa pentingnya membangun gereja.

“Kenapa kita harus membangun gereja, karena kita percaya Gereja bukan hanya sekedar tempat berkumpul untuk beribadah, terlebih tempat dimana Tuhan tinggal dan bersemayam, tetapi Gereja sesungguhnya adalah diri setiap orang,” tegasnya mengingatkan.

Diakui Bupati, Gereja ini pada tahun kemarin saat peletakkan batu pertama telah dibantu oleh Pemda dan kini telah pada penutupan atap Gereja.

“Semoga dapat ditahbiskan atau diresmikan sesuai dengan rencana yakni pada 2022. Saya bekerja semaksimal mungkin, saya punya kasih, saya punya "fanganan" untuk semua tidak membeda-bedakan, Islam Kristen, Kei Kecil ataupun Kei Besar,” tandasnya.

Tak lupa Bupati mengingatkan, hargailah setiap orang dalam pembangunan Gereja atau Masjid.

“Batu sekecil apapun yang dia bawa dengan tulus dan ikhlas untuk membangun rumah Tuhan, maka terima dan hargailah itu,” pintanya.

(dp-52)

Label: