Target Desember 2021, Seluruh Guru Non ASN di Malra Terdaftar BPJS TK

BPJS TK Kepulauan Kei - Aru Saleh Afif Bakri

Langgur, Dharapos.com
- BPJS Ketenagakerjaan (TK) Kepulauan Kei - Aru mengharapkan seluruh guru non ASN di Kabupaten Maluku Tenggara sudah terlindungi program jaminan sosial (Jamsostek).

BPJS TK menargetkan pendaftaran kepesertaan rampung pada November hingga Desember 2021 mendatang.

“Targetnya pada bulan November atau Desember 2021 ini, semua guru honor sudah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” demikian disampaikan Kepala BPJS TK setempat Saleh Afif Bakri seusai melakukan sosialisasi kepada ratusan guru SD - SMP di lingkup Pemerintah Kabupaten Malra bertempat di SD Mathias III Langgur, Sabtu (6/11/2021).

Dikatakannya, giat sosialisasi yang dilakukan khusus untuk non ASN memang sudah direncanakan dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Malra yang meminta untuk dilaksanakan.

“Karena bertepatan dengan hari ini ada pembagian SK sekaligus disitu dipertegas bahwa pada SK Bupati itu disebutkan ada kewajiban BPJS Ketenagakerjaan yang wajib didaftarkan sebelum SK ini dikeluarkan,” jelasnya.

Dan ini juga sesuai dengan komitmen dari Plt Kadis Pendidikan Bersama dengan Kabid.

“Tadi disampaikan bahwa ini akan langsung dibebankan pada saat pembagian/ pembayaran gajinya. Itu sudah dengan BPJS Ketenagakerjaanya," sambung Saleh Afif.

Ia juga menyampaikan untuk 2022 mendatang, pihaknya akan perjuangkan melalui Dinas Pendidikan agar guru-guru honor tersebut harus diselipkan iuranya sebesar Rp14.000 ke komponen gaji.

"Jadi itu sudah mengcover mereka karena iuran untuk non ASN ini berbeda dengan mandiri. Kalau peserta mandiri contohnya seperti nelayan dan tukang ojek itu iuranya Rp.16.800,00 tetapi kalau khusus untuk non Asn itu iuranya Rp.14.000. Setiap bulannya itu untuk mengcover dua program yaitu kecelakaan kerja dan kematian,” urainya.

Saleh Afif menambahkan, sesuai data dari Kadis Pendidikan tercatat non ASN se-kabupaten Malra berjumlah 825 orang.

"Kalau pernyataan dari Pak Bupati sendiri untuk saat ini, masih konsen di dua kelompok yakni non ASN dan perangkat desa,” lanjutnya.

Sementara untuk perangkat desa sudah mencapai 177 Ohoi dari total 192 ohoi.

“Jadi masih tersisa sekitar 15 ohoi yang belum terdaftar dan itu target yang diminta oleh Pak Bupati harus 100 persen sampai pada bulan Desember termasuk non ASN yang saat ini masih sekitar 60 persen dari target,” beber Saleh Afif.

Kaitannya dengan itu, BPJS TK dalam waktu dekat akan melakukan monitoring evaluasi rapat monev dengan Bupati untuk mengingatkan kembali bahwa ada kewajiban dari masing-masing OPD untuk segera mendorong dan mendaftarkan seluruh non ASN yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara.

(dp-52)

Label: