![]() |
| Deputi I KSP, Febry Calvin Tetelepta (kiri) saat menyampaikan kekagumannya terhadap kinerja Bupat Malra M. Thaher Hanubun |
Salah
satunya, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Febry Calvin Tetelepta
Ia mengaku kagum
dengan cara kerja seperti itu.
Tetelepta
membeberkan, bayangkan, dia (Bupati Thaher-red), datang dengan niat yang baik saat
kedatangan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu di Ambon.
Ketika
arahan Presiden cuma 3 menit untuk masing-masing kabupaten/kota. Bupati Thaher menjadi
pembicara terakhir dan langsung dia bicara.
”Dia
singgung tentang infrastruktur, padahal itu bicara tentang Covid. Dan Presiden
mau orang yang kerja gila seperti itu. Presiden cuma tertawa dan katakan Pak
Bupati luar biasa, bicara tentang Covid tapi tidak apa-apa. Presiden katakan, Menteri
PUPR tolong pastikan jalan di Maluku Tenggara di Kei Besar itu harus di
selesaikan. Presiden butuh orang yang seperti begitu,” demikian diungkapkan Tetelepta
di hadapan Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Maluku, saat rapat koordinasi
bersama mitra kementerian/lembaga terkait juga dinas teknis di kantor KSP,
Kamis pekan lalu.
Makanya,
ingat Tetelepta, ketika dirinya gebrak meja di Sulawesi Selatan, tepatnya di
Makassar.
Mereka lapor
ke Presiden, Presiden tertawa saja dan lapor ke Kepala Staf, Kepala Staf bilang
biarkan saja orang gila begitu.
”Jadi
pekerjaaan itu harus bekerja gila-gila. Jangan kerja biasa-biasa. Kalau kerja
biasa-biasa, hasilnya biasa-biasa juga. Dan Bupati Thaher itu pekerja keras
untuk rakyat nya. Dia satu-satunya kepala daerah di Maluku yang kerja
sistematis untuk menjemput dan memperjuangkan anggaran dari pusat masuk ke
Maluku Tenggara. Saya salut,” sebut Tetelepta.
Ia jujur mengakui
Bupati Theher adalah orang yang cerdas.
” Saya musti
bilang dengan jujur, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun sangat cerdas
mengelola proses pemerintahan ke depan,” pungkasnya.
(*)
Label: Utama