Diduga Dana Aspirasi 4,9 M Bangun Gereja Tawiri Diselewengkan, RR Desak Polisi Usut Tuntas

Anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw (RR)
Ambon, Dharapos.com
– Polemik soal pembangunan gedung Gereja Ebenhaezer jemaat GPM Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon masih terus bergulir.

Kali ini, Anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw (RR) angkat bicara.

Ia mendesak Kepolisian mengusut tuntas dugaan penyelewengan bantuan aspirasi melalui dirinya yang diperuntukan bagi pembangunan gedung Gereja Ebenhaezer Tawiri yang dikucurkan sejak 2017 lalu.

Desakan tersebut disampaikannya menanggapi permasalahan pembangunan gedung gereja tersebut yang belum juga menunjukan progres yang maksimal, padahal telah memasuki tahun ke 12 hingga awal 2022.

“Saya minta Polisi segera periksa para panitia pembangunan gereja Ebenhaezer Tawiri,” desaknya di Ambon, dalam pernyataan yang disampaikan baru-baru ini. 

RR kemudian mengungkapkan  bantuan dana aspirasi yang pernah ia kucurkan bagi pembangunan gereja Ebenhaezer Tawiri total berjumlah Rp4,9 Miliar.

"Yang saya kasih selama ini untuk pembangunan Gereja Ebenhaezer Tawiri totalnya 4,9 M. Terakhir saya kasih itu 1 Miliar, jadi totalnya 4,9 miliar. Dan kalau kemudian teman-teman bertanya, satu rupiah pun tidak saya ambil. Karena ini untuk Tuhan, untuk Gereja, maka saya ikhlas berikan kepada panitia," bebernya.

Namun ditegaskan RR, kalau kemudian ada terjadi penyelewengan maka hal itu perlu ditanyakan ke panitia.

“Dan saya tantang mereka, kalau saya ada ambil satu rupiah. Katong pi berdoa supaya kalau siapa mau m**pos, m**pos sekaligus, begitu. Tulis….tulis…! Supaya kalau siapa yang ambil saya tantang siapapun dia, saya tantang berdoa di bawa mimbar jam 12 malam. Kalau saya ada ambil satu rupiah saja itu saya mati. Tapi kalau panitia, saya minta Tuhan ambil mereka punya nyawa satu per satu," kecamnya dengan suara keras.

Sementara itu, Kepala BPKAD Provinsi Maluku Zulkifli Hasan yang dikonfirmasi, Kamis (24/3/2022) membenarkan adanya proses pencairan dimaksud.

“Semua sudah dicairkan mulai dari tahun itu (2017, red),” akuinya membenarkan itu.

Ia kemudian, meminta wartawan untuk mengecek ke Biro Kesra Setda Provinsi Maluku untuk lebih jelasnya.

Salah satu staf Biro Kesra Setda Maluku yang langsung menangani sistem dimaksud ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (24/3/2022) membenarkan proses pencairan dana aspirasi RR.

“Memang dana Aspirasi pak RR, kami baru tangani yang tahun 2021 dan itu cuma 1 Miliar rupiah. Dan dua kali pencairannya dimana yang pertama Rp500 juta dan sisanya cair di tahap ke dua dan itu sudah diterima oleh mereka,” terangnya membenarkan itu.

Sumber mengakui jika dirinya juga terlibat langsung saat mendampingi BPK Maluku ke Desa Tawiri.

“Memang kemarin juga saya sendiri sudah turun langsung mendampingi BPK ke Desa Tawiri dan ada permasalahan mengenai pembelian besi pagar stenlis yang saat ini masih dipesan di luar Maluku,” akuinya.

Sumber juga mengakui adanya temuan-temuan BPK lainnya dan semua laporannya ada di lembaga tersebut.

“BPK kemungkinan akan memanggil tim panitia pembangunan gedung gereja Ebenhaezer Tawiri,” pungkasnya.

Terpisah, informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa jemaat yang meminta nama mereka tak dipublish terungkap total besaran dana yang sudah dikucurkan untuk pembangunan gereja Ebenhaezer Tawiri.

“Total sudah 8 Miliar dari 2010 itu,” beber mereka.

Para jemaat ini juga membeberkan soal dana aspirasi anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw yang masuk ke rekening panitia pembangunan dan diketahui mereka sebagaimana tertera dalam buku rekening hanya 1 Miliar lebih.

“Itu 1 Miliar lebih saja, cuma kitong zeng hafal angka pasnya.  Tapi kalau sampai RR bilang besarnya sampai 4,9 Miliar dan berani bersumpah tidak makan satu rupiahpun,  berarti sisa 3 miliar itu kemungkinan masuk rekening pribadi,” taksir mereka.

Untuk itu, para jemaat ini menegaskan hanya satu-satunya jalan mengungkap persoalan ini yaitu dengan menempuh jalur hukum saja maka semua akan jelas dan terang benderang.

“Disitu baru akan ketahuan uang-uang itu ada dimana,” pungkasnya.

Pemberitaan sebelumnya, salah satu jemaat yang meminta namanya tak dipublikasikan membeberkan sejumlah fakta. Diantaranya, soal bantuan warga jemaat dan sejumlah pihak yang tidak sedikit.

Ia mencontohkan bantuan semen sebanyak 600 sak dari seorang pejabat yang enggan ia sebut identitasnya. Bantuan tersebut mulai diterima panitia pembangunan gereja sejak tahun lalu.

Kemudian, bantuan lainnya berupa mimbar dari salah satu jemaat lainnya yang saat ini berdomisili di Kota Sorong, Papua Barat.

Ada juga, bantuan spandek untuk atap gereja oleh seorang jemaat setempat dan berbagai partisipasi lainnya yang terhitung sudah berlangsung sejak 2010 lalu.

Tersendiri dari 400 kepala keluarga yang juga merupakan jemaat GPM Ebenhaezer Tawiri sendiri pun turut menyumbang dana yang tidak sedikit.

“Kami jemaat GPM Ebenhaezer Tawiri ada 400 kk juga sumbang dana kalau tidak salah total sebesar Rp465 juta untuk membeli keramik, plafon serta pintu dan jendela gereja. Dana bantuan ini juga diketahui jemaat karena diumumkan melalui warta jemaat,” bebernya, Jumat (4/2/2022).

Sementara itu, bantuan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRD Provinsi Maluku Richard Rahakbauw juga dikucurkan bagi pembangunan gereja Tawiri ini.

“Itu tahun 2019 lalu, Pak Richard Rahakbauw ada bantu melalui dana aspirasi sebesar Rp450 juta. Kemudian pada tahun 2021 juga beliau ada bantu Rp1 miliar juga melalui dana aspirasi Anggota DPRD Maluku,” bebernya.

Namun sumber secara khusus menyoroti pengelolaan dan penggunaan dana pemerintah ini yang dinilainya tak transparan. Bahkan ia mengaku dirinya dan jemaat tidak pernah tahu sampai saat ini uang-uang itu dipakai untuk apa karena tidak pernah disampaikan secara resmi ke jemaat.

Sumber pun menduga dana aspirasi miliaran rupiah itu telah diselewengkan. 

“Kenapa saya menduga diselewengkan? Karena bangunan gereja ini seharusnya sudah selesai. Tetapi karena pengelolaan anggarannya tidak jelas maka semuanya terhambat sampai saat ini,” bebernya lagi.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Tawiri Pdt. Tomas Patinasarane selaku penanggung jawab panitia pembangunan yang dikonfirmasi terkait adanya pernyataan jemaat langsung membantah hal itu.

“Seng (tidak) ada itu, sembarang itu, siapa yang bilang itu,” bantahnya.

Pdt Tomas menegaskan bahwa informasi yang disampaikan itu tidak benar soal dana aspirasi itu.

“Dana aspirasinya itu jelas pak. Karena kitong itu kan ada tim verifikasi untuk melakukan verifikasi dan kemudian penggunaan anggaran itu mesti dipertanggungjawabkan kepada majelis jemaat,” terangnya.

Tim verifikasi, lanjut Pdt. Tomas, melakukan verifikasi sebanyak dua kali dalam setahun.

Terkait klaim jemaat bahwa pembangunan gereja terkesan jalan ditempat, juga dibantahnya.

“Oh… tidak ada jalan ditempat itu, sementara kerja itu, bapak lihat sendiri sementara dikerjakan. Sementara proses dan progresnya mantap sekali. Bahkan kitong sudah arahkan untuk peresmian. Maret ini, kalau Tuhan sayang, kita resmi. Siapa yang bilang terhambat, semua jalan,” tandasnya seraya meminta agar wartawan dalam mendengarkan informasi harus dari sumber yang jelas.

Bendahara Panitia Pembangunan Gereja GPM Tawiri IH. M. Lewerissa yang dikonfirmasi juga menyampaikan hal senada bahwa penggunaan dana aspirasi yang masuk ke rekening panitia berjalan dengan baik.

Ia membenarkan jika pada 2021 lalu dana aspirasi dari Anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw Rp1 miliar masuk ke rekening panitia gereja. Karena ia yang ditunjuk sebagai bendahara panitia

“Dana itu juga kemudian dipakai untuk belanja tegel, plafon dan bahan bangunan lainnya. Dan sampai hari ini semua proses berjalan dengan baik,” bebernya.

Bendahara juga membenarkan, pada 2019 lalu juga ada dana aspirasi dari Richard Rahakbauw yang masuk ke rekening panitia sebesar Rp450 juta.

“Benar, ada dana 450 juta yang masuk ke rekening panitia pada tahun 2019 lalu. Dan buktinya ada semua,” sambungnya.

Bendahara juga mengklaim bahwa panitia pembangunan telah diperiksa bagian pemeriksa keuangan belum lama ini terkait penggunaan dana pembangunan gereja.

Untuk selebihnya, ia pun meminta wartawan untuk mengonfirmasi langsung ke Pdt. Tomas selaku penanggung jawab.

(dp-16)

Label: