Togel Masuk Kampung, Warga : Polres Aru Harus Gelar Operasi Khusus

Bukti potongan percakapan melalui aplikasi WA yang mengindikasikan aktivitas judi togel sudah kembali marak di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku

Dobo, Dharapos.com
– Keresahan warga Kepulauan Aru khususnya di Dobo menyikapi kembali maraknya aktivitas judi toto gelap (Togel) di wilayah itu kini semakin memuncak.

Bahkan, kini terus merambah ke kampung-kampung pesisir.

Warga pun mendesak otoritas kepolisian setempat menggelar operasi khusus guna menghentikan bisnis haram tersebut.

Apalagi, saat ini umat Muslim sementara menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

“Kami minta Polres Aru lebih serius bersikap mengatasi peredaran judi togel yang lagi marak di kota Dobo saat ini,” desak salah satu warga berinisial NYJ melalui aplikasi WhatsApp kepada media ini, belum lama ini.

Apalagi mengacu pada info yang diperoleh media ini bahwa bandar yang mensponsori judi togel ini adalah orang luar. Dan kabarnya telah beroperasi di kota Dobo yang notabene adalah wilayah hukum Polres Aru dua minggu berjalan.

Namun anehnya, para pelaku ini belum juga diringkus Polres Aru.

"Makanya kami minta operasi khusus itu segera digelar agar bandarnya bisa secepatnya diringkus. Agar supaya saudara kita dari Muslim juga bisa menyambut Bulan Suci Ramadhan ini dengan baik suasana yang nyaman,” desaknya.

Sumber kemudian membeberkan, bisnis haram tersebut kini mulai merambah hingga ke kampung-kampung dengan begitu cepat.

“Mereka sudah masuk ke kampung kampung dan belum juga tersentuh oleh aparat kepolisian,” herannya.

NJY juga meminta tak hanya para pengecer dan juru tulis saja tetapi bandar besarnya harus di tangkap agar ada efek jera dan tidak ada lagi yang mewakili di kemudian hari.

"Biasanya pengecer atau juru tulis saja yang di tangkap dan itu lagu lama sedangkan big bos bebas, itu tidak adil ! Makanya kami minta pak Kapolres sesegera menangkap semuanya,” pungkas NJY. 

Salah satu warga lainnya, yang sering disapa Nona mengaku sedih dengan kondisi ini dan berharap agar togel ini secepatnya di tutup.

“Suami saya cuma seorang pekerja bangunan dan pendapatannya pun tidak menentu tapi semenjak adanya togel ini, suami saya sudah mulai rutin untuk bermain barang haram ini,” bebernya kepada media ini, Sabtu pekan lalu.

Nona mengaku jujur jika kini dirinya mengalami kesusahan di rumah untuk mengurusi makan dan minum.

“Coba bung bayangkan saja di tahun 2022 ini pegawai saja susah, banyak yang belum menerima gaji Lalu apalagi dengan kita yang masyarakat biasa, bisa apa kasihan ! Laki dapat satu dua rupiah habis di Togel, tidak pikir istri dan anak di rumah makan apa,” kesalnya bercampur sedih.

Olehnya itu, Nona mendesak Kapolres Aru segera menutup permainan haram tersebut.

“Sebagai seorang ibu rumah tangga yang sementara menghadapi persoalan hidup ini gara-gara togel, maka saya meminta dan mendesak Bapak Kapolres Aru untuk segera menutup judi togel ini. Dan bandar besarnya berserta pengecer juga juru tulis diproses hukum. Karena mereka-mereka itu sudah bikin sudah katong hidup,“ pungkas Nona dengan penuh Nada Kesal.

Sementara itu, Kapolres Aru yang di hubungi oleh kru media ini melalui Apliaksi WhatsApp guna konfirmasi lanjutan terkait desakan penutupan permainan judi togel tersebut belum merespons hingga berita ini dipublish.

Informasi yang dihimpun Dharapos, dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian setempat dalam bisnis ini terus menjadi sorotan hingga kecaman warga.

Aktivitas judi toto gelap alias togel (togel) kembali marak di kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Menariknya, dari informasi yang berhasil dihimpun media ini beredar kabar oknum aparat terlibat dalam aktivitas permainan haram tersebut.

Salah satu perwakilan/pengurus judi togel, Wawan kepada media ini, membenarkan mulai maraknya bisnis tersebut khususnya di Kota Dobo.

“Permainan judi togel sudah kembali dibuka namun masih secara diam-diam,” akuinya dalam pesan singkatnya melalui Aplikasi WhatsApp, Selasa (29/3/2022).

Wawan kemudian meneruskan pesan WA kepada wartawan Dhara Pos yang isinya mengkaitkan bisnis haram tersebut dengan institusi kepolisian.

“Wan untuk wartawan nanti kita serahkan itu di Polres bro. Polres yang atur. Kita tidak asal kasih karena semua sudah dikoordinir oleh kewilayahan nantinya bro,” demikian isi pesan singkat WA yang diteruskannya kepada wartawan media ini.

Salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublis menyebutkan, maraknya aktivitas judi togel ini sudah berlangsung hampir dua minggu belakangan ini.

Hal itu terlihat jelas mulai ramai hampir di setiap lorong setapak pada berbagai komplek di Kota Dobo sebagaimana pantauan yang dilakukan kru media ini.

Sumber tak menampik soal dugaan bandar dari judi togel di Aru ini adalah oknum aparat.

“Perkiraan saya, omset per harinya mencapai puluhan juta rupiah, tapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang.  Padahal, disela-sela aktivitas judi itu juga terlihat ada oknum aparat kepolisian yang ikut nimbrung di sana,” beber sumber yang bermukim di komplek bandara Rar Gwamar Dobo.

Dia mengingatkan, kehadiran judi togel di Aru khusunya Kota Dobo telah merusak adat, budaya dan tradisi masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang selama ini dikenal cukup religius.

Namun akibat permainan haram ini, tentunya telah berdampak buruk karena sangat meresahkan masyarakat.

Olehnya itu, sumber mendesak aparat kepolisian setempat bertindak tegas menutup bisnis haram ini sebelum muncul perjudian jenis lainnya seperti judi dadu, bola guling dan Judi sabung ayam.

“Barang-barang ini lagi tengelam dan bisa muncul kembali bersamaan dengan kemunculan judi togel,” bebernya lagi.

Sumber juga mendesak pihak berwenang serta Pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas, karena mengingat pandemi Covid-19 di Kepulauan Aru yang angka awalnya mencapai ribuan dan kini diketahui telah menurun namun tetap saja masih ada orang yang terkonfirmasi positif virus tersebut.

“Saya minta kepada Bupati Johan Gonga dan Ketua Tim Gustu Aru juga Kapolres Aru untuk segera menutup semua jenis wahana permainan yang berbau judi,” desaknya.

Sementara itu, Kapolres Aru AKBP Sugeng Kundarwanto yang dikonfirmasi Dhara Pos, Kamis (31/3/2022) membantah keterlibatan otoritas kepolisian setempat dalam bisnis haram tersebut.

"Jadi yang bilang Polres yang mengatur togel di Aru itu tidak benar," tegasnya membantah itu.

(dp-31)

Label: