Di Syukuran Tahbisan Uskup Ngutra, Bupati Hanubun : Semua Karena Cinta

Bupati M. Thaher Hanubun saat memberikan sambutan
Langgur, Dharapos.com – Ribuan umat menghadiri misa pertama Uskup Amboi
na Mgr. Seno Ngutra untuk Wilayah Kei Kecil bertempat di Stadion Maren Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (15/5/2022).

Pantauan media ini, lebih 20 ribu umat Katholik bersama penganut agama lain seperti Muslim, Protestan dan Hindu serta Budha memadati stadion tersebut yang dilanjutkan dengan acara seremonial.

Bupati setempat M. Thaher Hanubun yang hadir pada acara tersebut mengawali sambutannya dengan mengutip kata bijak Santa Theresia dari Kalkuta.

"Seorang putra Evav menjadi Uskup Keuskupan Amboina di Maluku dan Maluku Utara maka di awal sambutan ini izinkan saya mengutip kata bijak Santa Theresia dari Kalkuta bahwa iman dalam tindakan adalah cinta dan cinta dalam tindakan adalah pelayanan," ucapnya.

Bupati Hanubun menekankan bahwa kumpulan orang dalam acara malam syukuran ini bukan hanya karena iman melainkan karena cinta masyarakat Evav kepada yang mulia Bapa Uskup terpilih Mgr Seno Ngutra.

“Seperti slogan yang selalu digaungkan oleh Bapa Uskup Seno Ino Ngutra dimana-mana dalam setiap kunjungannya yaitu satu cinta seribu senyum,” tekannya.

Menurut Bupati Hanubun, slogan satu cinta seribu senyum memiliki makna yang mendalam.

“Di senyumu ku temukan cintanya, cinta Tuhan ya. Karena cinta akan Nuhu Evav maka Kei adalah tempat pertama dikunjungi oleh Bapa Uskup Seno Ngutra setelah tahbisanya di gereja Katedral pada tanggal 23 April yang lalu,” sambungnya.

Kepulauan Kei merupakan wilayah pertama yang dikunjungi Uskup Diosis Amboina Mgr Seno Ngutra yaitu Maluku Tenggara dan Kota Tual tercinta.

Lanjut Bupati Hanubun, syukuran ini menjadi puncak kunjungan perdana Uskup pengganti Mgr. Petrus C. Mandagi di Tanah Evav sebagai sebuah peristiwa iman yang luar biasa karena untuk pertama kalinya Paus Fransiskus di Vatikan mempercayakan tugas yang mulia yaitu kegembalaan seorang uskup di Keuskupan Amboina kepada seorang pastor asal Maluku lebih khusus lagi Kei seorang Putra evav yang tercinta.

“Benar kata orang bahwa darah martir itu selalu menyuburkan iman umat dan kita rasakan dan alami di Tanah Evav ini. Dimana Uskup Yohanis Ars dan para pastor yang ditembak mati oleh tentara Jepang di pantai Langgur telah menyuburkan panggilan sehingga dari darah ini lahir para suster, pastor, frater, dan tiga Uskup yakni Uskup Yosep Tethool dari Ngilngof, Uskup Jhon Saklil dari Ohoiel dan Uskup Seno Ngutra dari Waur,” tandasnya.

Bupati Hanubun menegaskan pula bahwa momen ini bukan hanya berkat bagi masyarakat di kampung atau umat Katholik melainkan untuk seluruh Maluku dan Maluku utara secara umum serta Maluku Tenggara dan Kota Tual secara khusus.

Diakuinya, terpilihnya Pastor Seno Ino Ngutra sebagai Uskup pada Keuskupan Amboina menjadi momen yang tak terlupakan dan akan tercatat dalam sejarah gereja.

“Maluku dan Maluku Utara, kalian dan saya adalah saksi sejarah karena pasti banyak diantara kita tidak akan menemukan peristiwa pentabisan seorang Uskup seperti ini bila diperhitungkan bahwa masa jabatan Uskup Seno akan berlangsung sampai umur 75 tahun atau selama 24 tahun lamanya. Karena ini momen langka di dunia maka sebagai Bupati yang memimpin Maluku Tenggara, saya harus memastikan seluruh kesiapan perayaan hingga sarana pendukung seperti jalan dan transportasi serta tempat acara tersedia pada waktunya demi menyukseskan acara ini,” tegasnya.

Untuk itu, sebagai seorang kepala daerah, Bupati Hanubun mengakui dirinya sangat diberkati dan terhormat. Hal itu dikarenakan pada masa pemerintahannya bersama Wabup Petrus Beruatwarin, peristiwa pentahbisan yang mulia ini terjadi.

“Sebagai orang beriman saya percaya bahwa ini bukanlah kebetulan tetapi semuanya dalam rencana Tuhan dan syukur kepada Tuhan kerena mengizinkan dirinya dan Wakil Bupati pada momen yang terhormat ini,” akuinya.

Sebagai Bupati bersama Wabup Malra, dirinya mengharapkan doa Uskup untuk Nuhu Evav baik Pemerintah ma pun masyarakatnya agar kedamaian dan kebahagiaan tetap bersemi di Bumi Larvul Ngabal yang indah ini.

Mengakhiri sambutanya, Bupati Hanubun menyanyikan lagu "Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai" yang biasa dinyanyikan umat Katholik di gereja.

Bupati Hanubun mengundang semua orang Katholik di tempat itu untuk bernyanyi bersama.

(dp-52)