Raih Opini WTP 7 Tahun Berturut-turut, Bupati Hanubun Apresiasi Semua Pihak

Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat menyampaikan sambutan

Langgur, Dharapos.com
- Bertempat di lapangan upacara Kantor Bupati Maluku Tenggara, Sabtu (21/5/2022) dilaksanakan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini.

Bupati setempat M. Thaher Hanubun bertindak sebagai inspektur upacara.

Turut hadir, Wakil Bupati Petrus Beruatwarin, Sekda A. Yani Rahawarin, pimpinan DPRD Malra, pimpinan OPD lingkup Pemkab Malra, jajaran Forkopimda, Camat serta guru dan peserta upacara.

Bupati Hanubun pada kesempatan itu menyampaikan bahwa dirinya bersama Sekda dan dinas terkait hadir di Kota Ambon pada Kamis (19/5/2022) yang lalu untuk menerima penghargaan WTP yang ke 7 kalinya.

"Saya berkesempatan hadir bersama Sekda dan dinas-dinas terkait dalam penyerahan penghargaan pengelolaan keuangan dari BPK dimana Maluku Tenggara memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” jelasnya.

Untuk itu, Bupati Hanubun menyampaikan apresiasi dan ucapan banyak terima kasih kepada semua pihak terutama pimpinan-pimpinan OPD termasuk para guru pengelola atas partisipasinya dalam tata pengelolaan keuangan daerah.

“Mengapa saya sampaikan hari ini, karena ini raihan untuk ketujuh kalinya. WTP yang ketujuh. Angka ini sama dengan peringatan Hardiknas yang ke 77. Semoga ini menjadi kebanggan kita Maluku Tenggara,” harapnya.

Bupati Hanubun juga menyampaikan ada satu hal yang penting kepada Dinas Pendidikan dan khususnya para pengajar bahwa kebijakan mutasi tidak diartikan sebagai suatu hukuman. Akan tetapi merupakan bagian dari rangkaian pembinaan aparatur.

“Saya juga tetap memberikan perhatian bukan hanya pada sekolah negeri semata tetapi juga untuk sekolah-sekolah swasta yang ada di kabupaten ini. Karena dalam pandangan saya, sekolah swasta ikut berjasa dan berperan dalam dunia pendidikan generasi kita jauh sebelum orde baru,” tandasnya.

Dalam upaya pendistribusian tenaga pendidik, perlu diperhatikan oleh para guru, kepala sekolah juga rekan-rekan dari media agar tidak salah mengutip.

“Dan bagi pejabat tertentu yang saya nilai tidak mampu mengemban target maka dievaluasi dan bila perlu diganti,” tegasnya.

Bupati juga tak lupa meminta maaf atas kebijakan penempatkan pejabat yang salah didalam jabatannya atau pindah dari suatu tempat ke tempat lain tanpa alasan tertentu. Sehingga ketika ditanya tidak bisa untuk menjawab.

“Olehnya dalam kesempatan ini secara pribadi saya memohon maaf kepada rekan-rekan guru yang sudah ditetapkan atau sudah ditempatkan di tempat-tempat kerja yang baru yang sebenarnya jauh dari keluarga. Seharusnya itu tidak boleh terjadi,” pintanya.

Olehnya itu, Bupati Hanubun meminta kepada pejabat yang sudah diganti khususnya yang mengurusi tentang guru agar berhati-hati dalam penempatan guru.

“Jadi jangan lagi para guru dan kepala sekolah membahas itu. Mari kita perbaiki sama-sama dalam waktu lima enam bulan ke depan. Mari laksanakan tugas itu baru kita evaluasi. Kami pun, saya Bupati dan Wakil Bupati masih bertugas hingga 31 Oktober 2023, jadi jangan khawatir kami siap untuk membantu,” harapnya.

Bupati Hanubun juga menyoroti tentang tugas dan peran kepala sekolah dan jaringan tertentu.

“Perlu saya ingatkan jabatan yang sudah diperoleh adalah keprcayaan yang diberikan karena kinerja dan kapasitas saudara. Jangan mengaitkan jabatan dengan prinsip  jatah pejabat atau kepentingan politik tertentu karena tidak dibenarkan seseorang menggunakan cara-cara yang tidak edukatif  untuk memaksakan kehendak pribadi agar dapat diangkat dan dilantik menjadi kepala sekolah. Itu yang perlu saya sampaikan,” tukasnya.

(dp-52)