Bupati Hanubun Tekankan Output DAK Fisik Pendidikan Harus Berkualitas

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun

Langgur, Dharapos.com
- Dana Alokasi Khusus ( DAK) untuk pembangunan di bidang pendidikan harus sesuai dengan peruntukannya dan menghasilkan output yang baik.

Demikian pernyataan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2022 di aula kantor Bupati setempat, Selasa (7/6/2022).

"Pelaksanaan DAK harus mampu menyerap anggaran secara optimal, pengelolaan secara transparan dan akuntabel serta yang paling penting, mampu melahirkan output. Kegiatan yang berkualitas! Pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik harus sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan. Serta dipastikan output yang dihasilkan berfungsi guna mendorong peningkatan pelayanan pendidikan," jelasnya.

Menurutn Bupati Hanubun, pelaksanaan DAK Fisik tahun ini harus memperhatian beberapa hal.

"Pelaksanaan DAK Fisik harus  berjalan secara baik. Hindari konflik kepentingan, serta hal-hal yang berpotensi melahirkan penyelewengan atau pelanggaran," ungkapnya.

Kemudian, anggaran DAK itu adalah hasil dari perjuangan yang panjang, maka dari itu pelaksanaannya harus dipertanggung jawabkan.

“Jangan sampai ada penilaian publik bahwa proyek pemerintah menghasilkan output yang tidak berkualitas,” sambungnya.

Selanjutnya, perencanaan teknis yang disusun harus baik sehingga menghasilkan kualitas yang handal.

"Kewajiban kita semua untuk memastikan, pembangunan itu dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang disusun," lanjutnya.

Bupati Hanubun kemudian mengingatkan, ada beberapa kasus di waktu yang lalu dimana anggaran DAK tidak mampu terserap karena ada kesalahan-kesalahan, dari pihak aparatur pemerintah.

"Saya tegaskan untuk hal-hal seperti itu jangan lagi terjadi," tegasnya.

Lanjut Bupati, optimalisasi dapat dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan serta anggaran yang susah payah didapatkan harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kemajuan di daerah.

"Tahun ini juga aspek pengawasan dan pengendalian akan ditingkatkan. Segala potensi penyalahgunaan dan/atau penyelewengan akan diproses secara hukum," terangnya.

Bupati Hanubun juga menyampaikan, tim monitoring yang akan bertugas di lapangan akan memberikan laporan secara langsung kepada dirinya dan  hal ini harus menjadi perhatian dan menjadi pengawasan semua pihak.

"Pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana, baik pada bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perikanan, pertanian, perhubungan dan bidang-bidang lainnya, terus didorong untuk didanai anggaran di luar APBD," katanya.

Ditambahkan Bupati, DAK Fisik meskipun nantinya diakomodir sebagai perencanaan teknis yang disusun sudah sangat baik dan dengan kualitas yang handal.

"Kewajiban kita semua untuk memastikan, pembangunan itu dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang disusun, tahun ini juga aspek pengawasan dan pengendalian akan ditingkatkan. Segala potensi penyalahgunaan dan/atau penyelewengan akan diproses secara hukum," ucapnya.

Bupati tak lupa mengingatkan bahwa perencanaan DAK Fisik Tahun 2023 (Input Usulan pada Aplikasi Krisna), akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Ia berharap dukungan dari pihak sekolah agar jika nantinya diperlukan data maka segera dipenuhi.

"Pengalaman menunjukkan, bahwa kadang hanya karena satu atau dua data yang tidak lengkap, maka usulan digugurkan. Hal-hal kecil seperti ini saya harapkan menjadi perhatian," pungkasnya.

(dp-52)

Label: