TNI – Polri Gagalkan Bentrok 2 Ohoi di Malra, Begini Kronologis Penanganannya

Aparat gabungan TNI - Polri saat menghalau massa dari kedua ohoi, 

Langgur, Dharapos.com
– Kematian seorang pemuda yang diketahui berasal dari Ohoi Ohoidertutu, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara nyaris memicu terjadi bentrok antar dua kelompok masyarakat.

Korban atas nama Ignasius Paulus Reyaan Hermes ini ditemukan tewas akibat luka bacok pada sekujur tubuh yang diduga dilakukan oleh oknum pemuda Ohoi Ohoiren saat mengikuti pesta joget di Ohoi Somlain, Sabtu (23/7/2022) dini hari pukul 03.00 WIT.

Tak terima warganya meninggal dunia akibat dianiaya, hal itu kemudian memicu kemarahan masyarakat Ohoi Ohoidertutu.

Senin (23/7/202)2 pukul 10.30 WIT, telah terjadi konsentrasi massa antara masyarakat Ohoi Ohoidertutu dengan masyarakat  Ohoi Ohoiren.

Kedua kelompok massa berkumpul dengan membawa senjata tajam berupa busur, panah, tombak, parang dan senjata senapan jenis chis.

Mendapat laporan dari Camat Kei Kecil Barat, Bupati setempat M. Thaher Hanubun memerintahkan Badan Kesbangpol langsung berkoordinasi dengan Kapolres Maluku Tenggara.

Kaban Kesbangpol Malra Moh Tukloy, SH sebagaimana rilis yang diterima media ini, menjelaskan kronologis penanganan permasalahan dimaksud.

Tepat pukul 12.15 WIT, Kapolres AKBP. Frans Duma didampingi Wakapolres dan 20 personil Polres Malra, Danramil Kei Kecil dan 15 personil TNI, Wakil Ketua DPRD Albert Efruan, 3 tokoh agama yang dipimpin Pastor Agus Ulhayana, Sekretaris Kesbangpol, Kabid Penanganan konflik dan staf  langsung menuju TKP dalam rangka melakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Pada pukul 14.00 WIT kedua belah pihak menerima hasil mediasi dan kembali ke ohoi masing-masing.

Untuk menenangkan massa kedua ohoi, Kapolres dan para tokoh agama melanjutkan pertemuan dengan masyarakat Ohoidertutu. Sedangkan Wakapolres Maluku Tenggara, Sekretaris Kesbangpol, dan Wakil Ketua Dewan Abe Efruan melakukan pertemuan dengan masyarakat Ohoiren.

Momen saat proses mediasi sementara berlangsung di batas kedua wailayah

Dalam rangka mempercepat penyelesaian kasus ini maka tim mediasi minta para saksi dan pelaku agar bisa membantu pihak berwajib dalam rangka pengurusan kasus ini.

Hasil mediasi adalah semua pihak bersepakat dan menerima kebijakan-kebijakan untuk menyelesaiakan persoalan ini secepatnya.

Pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri tetap menjamin masalah keamanan di wilayah Kecamatan Kei Kecil Barat, khususnya di ohoi Ohoidertutu dan Ohoiren.

Hingga saat ini, sebanyak 60 aparat keamanan masih melakukan pengamanan di TKP terdiri dari,  20 personel Polres Malra, 20 personel Brimob dan 15 personil TNI dari Kodim 1503 Tual.

Untuk memantau perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat maka telah dibentuk 3 Pos keamanan yang berlokasi di Ohoiren, Polsek Kei Kecil Barat dan Somlain ((mobile) serta Ohoidertutu. 

Sempat terjadi teriakan sekelompok massa di depan kantor Polsek. Maka telah dilaksanakan rapat bersama antara Dandim, Wakapoles dan Kesbangpol di Ohoi Somlain dalam rangka mengantisipasi keamanan pasca tibanya orang tua korban dari Papua dan proses pemakaman almarhum Ignasius Paulus Reyaan Hermes.

Hingga berita ini dipublish, kondisi kamtibmas dilaporkan aman tekendali walau sebagian besar perempuan (ibu dan anak) telah mengungsi ke Ohoira dan Ohoi Wab.

Untuk memastikan informasi keamanan yang akurat sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat di lokasi maka Bupati Malra telah memerintahkan Badan Kesbangpol berkoordinasi dengan pihak TNI - POLRI dalam rangka mempercepat proses penyelesaian masalah.

(dp-52)

Label: