Ini Alasan Bulog Maluku Tak Beli Hasil Panen Petani Buru

Manager Suplai - Pelayanan Umum Perum Bulog Divre Maluku Muhammad Sofiyan

Ambon, Dharapos.com
- Kualitas beras yang tidak sesuai standar menjadi alasan kenapa Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divre Maluku tidak membeli hasil panen masyarakat petani di Kabupaten Buru.

Kepada wartawan, Manager Suplai dan Pelayanan Umum Perum Bulog Divre Maluku, Muhammad Sofiyan mengatakan, pembelian beras oleh Bulog itu mengacu pada Permendag No 24 Tahun 2020, yang mana tertulis kadar air dalam beras itu maksimalnya 14 persen dengan Roken 20 persen dan Menir 2 persen.

"Berdasarkan laporan kepala gudang disana, beras yang ada itu tidak sesuai dengan apa yang dipersyaratkan oleh Permendag. Untuk itu jika Bulog membeli beras yang tidak sesuai dengan persyaratan otomatis Bulog juga salah," ungkap Sofiyan diruang kerjanya, Ambon, Selasa (9/8/2022)

Dikatakan sebenarnya masyarakat disana sudah mengetahui persyaratan pembelian beras oleh Bulog.

Hal itu dikarenakan, sosialisasi tentang beras yang dipersyaratkan Bulog, bahkan cara pengelolahan serta pasca panennya bagaimana pun sudah diberikan kepada masyarakat disana.

"Teman-teman kami disana sudah melakukan sosialisasi tentang persyaratan pembelian beras yang dipersyaratkan Bulog. Sekiranya bapak-bapak petani disana berpikir bahwa ini yang dipersyaratkan Bulog," ujarnya.

Berhubung saat ini masyarakat di Kabupaten Buru sementara memanen hasil tani mereka, Sofyan mengaku, satu atau dua hari kedepan ini ia akan menugaskan stafnya untuk melakukan peninjauan di daerah tersebut.

"Karena saat ini masyarakat disana lagi panen, maka satu atau dua hari ini saya akan tugaskan staf saya untuk melakukan peninjauan," tutupnya.

(dp-53)

Label: ,