Launching SPAM Air Minum di Hoat Sorbay, Ini Pesan Tegas Bupati Hanubun

Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat launching SPAM DAK Bidang Air Minum TA 2022 Wilayah Kecamatan Hoat Sorbay, Jumat (9/9/2022) didampingi dua Anggota DPRD Maluku Amir Rumra dan Benhur Watubun

Langgur, Dharapos.com
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) melalui Dinas PUTR setempat resmi melaunching Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) DAK Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2022.

SPAM DAK Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2022 ini diperuntukan bagi 10 Ohoi yaitu Wab, Ohoibadar, Madwad, Wirin, Ngursit, Tetoat, Depur, Somlain, Larat dan Banda Suku Tiga Puluh yang berada di wilayah Kecamatan Hoat Sorbay.

Launching dilakukan langsung oleh Bupati M. Thaher Hanubun dipusatkan di Ohoi Madwat, Jumat (9/9/2022).

Bupati didampingi Anggota DPRD Maluku Amir Rumra dan Benhur Watubun.

Launching tersebut ditandai dengan penyerahan berita acara antara Kepala Dinas PUTR dan  Direktur PDAM Malra oleh Bupati Hanubun.

Kemudian, dilakukan penguntingan pita serta pemutaran kran air yang mengalir dan selanjutnya dialirkan ke 10 ohoi yang mendapatkan penyediaan SPAM.

Bupati dalam sambutanya mengingatkan kepada kepala ohoi untuk mengingatkan warga masyarakat untuk tidak merusak pipa air yang sudah terpasang dan dialiri air.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada kejahatan-kejahatan yang merusak pipa karena pengalamannya saat turun langsung ke ohoi dan menemukan langsung kerusakan pipa yang terjadi.

"Jadi, jangan kurang sedikit lalu pasang sasi di air atau kurang sedikit lalu putus pipa atau ada kenakalan-kenakalan biasa merusak pipa di hutan itu membor dan menumpang mandi atau cuci muka disana,” tegasnya mengingatkan.

Pemerintah, sambung Bupati, sudah melaksanakan dan membangun fasilitas demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Maka kalau tidak dirawat dan dijaga maka pasti susah sendiri dan sia-sia saja penyediaanya,” tandasnya.

Bupati di momen itu juga berterimakasih kepada kontraktor yang mengerjakan SPAM.

“Juga mengingatkan supaya pengurusan lainnya agar dapat diselesaikan sehingga dananya 5 persen ditinggalkan untuk biaya perawatan SPAM,” pungkasnya.

(dp-52)

Label: