Pelaku Transportasi di Dobo Gelar Aksi Pasca Harga BBM Naik, Dewan Gelar RDP

Pelaku transportasi di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru menggelar aksi demo terkait kenaikan harga BBM, di depan kantor DPRD setempat, Senin (5/9/2022)

Dobo, Dharapos.com
- Pelaku transportasi di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru menggelar aksi demo terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (5/9/2022).

Peserta aksi yang berjumlah 175 orang itu melakukan aksi berjalan kaki (long march) menuju kantor DPRD setempat dengan koordinator lapangan Jacky Salay (Kompas) dan Roy Kwalepa (Ketua Ojek Mata'Ela).

Dalam aksinya di didepan kantor Parlemen Aru, para pendemo menyampaikan sejumlah tuntutan.

Para pendemo mengklaim dengan melonjak tinggi harga BBM serta tidak adanya kesadaran masyarakat untuk pembayaran tarif angkot sesuai standar maka kami merasa dirugikan sehingga dengan hormat kami minta kepada Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten kepulauan Aru harus menetapkan tarif angkot baru sebagai berikut :

- Tarif Angkut Umum Rp5000

Mahasiswa /siswa - Siswi Rp3000 namun untuk mahasiswa/pelajar di luar dari jam kuliah/sekolah di kenakan tarif angkut umum Rp5000. Namun jika kegiatan ekstrakulikuler wajib melampirkan kartu pelajar dengan tarif angkot Rp3000

- Kami juga minta Pemerintah daerah untuk segera menambahkan kuota Pertalite di Kabupaten Kepuluan Aru.

“Jika tidak ada respon dari DPRD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Aru maka kami dari Komunitas Pengemudi Angkot Bersatu (Kompas) menyatakan bahwa bapak Ketua dan Anggota DPRD harus tetapkan dalam Perda insentif perbulan Rp. 1.500,000.00 perpengemudi tanpa ada perbedaan pengemudi tetap maupun bantu. dan totalitas pengemudi angkot sebanyak 350 orang yang harus di tetapkan dalam Perda di luar dari Gaji Pokok Pengemudi itu sendiri," ucap pendemo.

- Kompas juga meminta agar tidak ada  antrean minyak gabungan  kendaraan bermotor (mobil dengan motor)  di SPBU.

"Kepada Ketua dan Angota DPRD yang terhormat, kami dari Kompas meminta kepada DPRD untuk memberikan penekanan tegas kepada Dinas Perindag untuk menstabilisasikan Pertalite di SPBU bagaimanapun caranya,” pinta pendemo.

-Kami dari Kompas juga menyampaikan kepada Ketua beserta semua anggota DPRD agar kerusakan jalan yang ada di Kota Dobo perlu di perbaiki.

Ditempat yang sama para tukang ojek pun juga menyampaikan aspirasinya.

“Mohon maaf, kami datang di sini tanpa menyurati, kami datang dengan spontan karena ini terjadi juga spontan,” pendemo mengawali pernyataan aspirasi.

1. Terkait dengan dampak dari kenaikan harga BBM jenis Pertalite yang kemarin harganya Rp7.650 naik menjadi Rp 10.000, sehingga kami tukang ojek meminta dukungan dari DPRD agar  menyampaikan ke Dinas Perhubungan agar tarif ojek bisa dinaikkan dan diterapkan ke masyarakat.

2. Yang kedua terkait dengan lembaga penyalur, yang mana ada dua lembaga penyalur di Kabupaten Kepulauan Aru yaitu SPBU Kompak dan SPBU Hj. Rasyid sehingga pihak SPBU dapat memprioritaskan tukang ojek. DPRD bisa menyurati lembaga penyalur agar para tukang ojek diberikan ruang kesempatan mungkin satu nosel yang dikhususkan untuk  tukang objek.

3. Yang ketiga terkait dengan penimbunan BBM secara berulang. Mungkin ini juga menjadi perhatian selain para wakil rakyat ini  dan  kepolisian juga yang saat ini mendengar penyampaian aspirasi  ini untuk  memperhatikan secara khusus  penimbunan atau pengisian secara berulang yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dengan menggunakan motor tander yang dilakukan setiap hari, mungkin ini bisa dibatasi atau bila perlu diberhentikan saja.

“Kami para pelaku transportasi sangat  mengharapkan dukungan dan bantuan dari  DPRD untuk memperhatikan aspirasi yang kami sampaikan ini,” harap pendemo.

Aksi para pelaku transportasi di kota Dobo itu pun diterima oleh  Ketua DPRD Kepulauan Aru Udin Belsigaway , didampingi anggota Dewan Husin Tuburfon  dan Djafarudin  Hamu.

Ketua DPRD Udin Belsigaway menyampaikan terima kasih penyampianan aspirasi ke gedung Dewan setempat.

"Sebelum saya berbicara lebih lanjut, mungkin saya ingin mengecek dulu untuk saat ini tarif ojek di seputaran kota ini berapa dan untuk angkot itu berapa? Ada yang bisa bisa jelaskan? Kemudian dijelaskan bahwa untuk saat ini sebelum kenaikan harga BBM untuk tarif ojek Rp5.000, sementara untuk tarif angkot yaitu Rp 3.200," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan memanggil Kepala Dishub Kepulauan Aru guna membahas hal tersebut.

"Kami akan panggil atau mengundang Kadis Perhubungan untuk membicarakan terkait dengan tarif ojek dan selanjutnya mekanismenya, saya perintahkan kepada Pak Sekwan untuk saat ini juga segera buat surat undangan ke Dinas Perhubungan untuk paling tidak jam 14.00 WIT kita sudah bisa melaksanakan rapat dengar pendapat dengan Kepala Dinas Perhubungan sehingga aspirasi ini bisa dipelajari dalam waktu dekat," tekannya.

Ketua juga meminta  perwakilan/delegasi dari tukang ojek dan sopir angkot untuk  turut hadir dalam pelaksanaan RDP bersama Dishub Kepulauan Aru nanti yang direncanakan akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIT bertempat di Kantor Dewan setempat.

Pukul 14.20 Wit  berlangsung RDP antara pihak DPRD Aru dengan Ketua Organda, Ketua Ojek Mataela, Kepala Dishub Aru, Kepala Depot Pertamina dan Kepala PTSP Aru terkait penetapan  Tarif Angkutan Umum dan Tarif Ojek akibat dari dampak kenaikan harga BBM secara Nasional.

Adapun hasil dari pertemuan tersebut,

1. DPRD menerima tuntutan para pendemo dan meminta Pemda Kepulauan Aru untuk membuat sebuah regulasi untuk dapat mendukung orasi tersebut dalam hal penentuan tarif angkutan umum.

2. Berbagai pembicaraan dalam diskusi antara ketua dan anggota DPRD Kepulauan Aru, belum bisa mengambil sebuah keputusan terkait dalam rapat tersebut, sehingga penetapan tarif angkutan di tidak dapat di tentukan terkait dengan tugas dan fungsi anggota DPRD.

Aksi demo kenaikan BBM sendiri dan pertemuan dengan pihak DPRD berlangsung tertib dan aman.

(dp-31)

Label: