Setelah 2 Tahun Tak Terlaksana, "Sail Darwin - Saumlaki" Kembali Digelar Tahun Ini

Kepala Dinas Pariwisata - Ekonomi Kreatif Kepulauan Tanimbar, Maria Goretti Batlayeri / Foto : Mon

Saumlaki, Dharapos.com
- Pelaksanaan lomba perahu layar atau yacht race and rally dari Darwin (North Australia) ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada tahun ini kembali digelar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat, Maria Goretti Batlayeri menyatakan pelaksanaan lomba perahu layar Darwin - Saumlaki tahun ini kembali dibuka setelah dua tahun tidak terlaksana akibat pandemi Covid-19 yang melanda masyarakat dunia.

"Pada 2020 dan 2021, dunia dilanda pandemi Covid-19 sehingga selama itu tidak ada pelaksanaan lomba perahu layar Darwin - Saumlaki. Tahun ini sudah dipastikan pelaksanaannya pada tanggal 24 September  sampai dengan 29 September 2022," ungkap di Saumlaki, Selasa (13/9/2022).

Dikatakan, Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar telah menerima kepastian dari panitia bahwa akan ada 69  peserta yang ikut serta dalam 15 perahu.

Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena panitia di Darwin masih membuka pendaftaran bagi para peserta.

Para yachter memulai perjalanan dari Darwin pada 23 September, dan dijadwalkan tiba di perairan laut Saumlaki pada tanggal 24 September 2022.

"Karena ini lomba, bisa saja ada perahu layar yang tiba pagi, siang, sore, malam atau bisa saja tiba keesokan harinya. Ditargetkan semua peserta lomba sudah tiba di Saumlaki pada tanggal 25 September," sambungnya.

Maria menuturkan agenda para yachter selama di Saumlaki. Para yachter menurutnya, akan melanjutkan perjalanan sesuai paket tour wisata yang telah disiapkan oleh Pemda Kepulauan Tanimbar seperti melihat proses penyulingan minuman tradisional sopi di Kudan Sepan, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, dan mengunjungi Desa Wisata Tumbur, di kecamatan Wertamrian.

Menurutnya, nilai jual yang hendak dipromosikan dari desa wisata ini adalah souvernir yang terkenal di desa Tumbur berupa kain tenun ikat Tanimbar yang dihasilkan oleh sejumlah kelompok penenun tradisional.

Selain itu, ada souvenir khas kriya seni rupa yaitu pahatan patung yang merupakan hasil seni karya original para pengrajin desa Tumbur. Pada umumnya, hasil seni pahatan ini berupa perahu yang memiliki nilai sejarah yaitu perahu para leluhur yang biasanya digunakan untuk pergi berperang.

Selain itu, para yachter akan mengunjungi desa wisata Sangliat Dol di kecamatan Wertamrian. Di desa ini, mereka akan melihat situs perahu batu dan tangga batu.

"Usai melakukan tour wisata, mereka akan melakukan kunjungan ke sekolah -sekolah untuk memberikan bantuan buku. Salah satu sekolah yang akan dikunjungi adalah desa persiapan Wesawak di kecamatan Tanimbar Selatan," tambahnya.

Seperti biasa, Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan menggelar acara welcome ceremony atau upacara  penyambutan bagi para yachter di restoran 3 koki yang beralamat di kampung kuliner Saumlaki.

Maria Goretti memastikan, para peserta Sail Darwin Saumlaki ini telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari Australia hingga ke pelabuhan Saumlaki. 

Setibanya di Saumlaki, akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak tim CIQP yang terdiri dari Custom (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarrantine (Karantina), serta Port Master (Syahbandar).

Kegiatan ini akan dikemas secara baik dan memberikan kesan yang baik bagi para yachter sehingga di tahun mendatang akan mendorong semakin banyak peserta yang mau berkunjung lagi ke Tanimbar.

"Kami akan menginformasikan lagi jika ada penambahan jumlah peserta dalam lomba layar ini," tutupnya.

 

Pewarta : Novie Kotngoran

Label: