Di Ohoi Bombay, Bupati Malra Sampaikan Pesan Tegas Soal Konflik


Elat, Dharapos.com
– Bupati M. Thaher Hanubun bersama Kapolres Maluku Tenggara AKBP Frans Duma dan Dandim Tual Letkol Inf. Arfa Yudha Prasetya melaksanakan kunjungan ke Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar, Selasa (15/11/2022).  

Setibanya di Ohoi Bombay, Bupati langsung menggelar pertemuan bersama pemerintah dan warga setempat.

"Tadi malam saya rapat dengan seluruh Raja, Rat/OrangKay, Wakil Uskup, Ketua Klasis Kei Kecil dan kami sepakat semua persoalan ini diserahkan kepada Tuhan dengan dukungan TNI/Polri. Dan kita harus membedakan antara kriminal murni dan yang lain,” hal tersebut disampaikan Bupati saat rapat di Ohoi Bombay, Selasa (15/11/2022).

Kondisi ini, tegas dia, tidak boleh berlarut-larut dan harus cepat selesai juga harus ikut aturan.

“Yang pertama, menegakkan hukum. Jadi kita tidak boleh membunyikan sesuatu yang tidak baik. Bapak-bapak harus tahu kepala ohoi bukan masyarakat biasa, kepala ohoi itu perangkat ohoi. Kepala ohoi mempunyai kewenangan mengatur masyarakat ohoi dengan perangkatnya,” tegasnya.

Bupati mengingatkan suatu saat akan timbul masalah jika kepala ohoi tidak tegas.

“Jangan menerima orang dari luar yang tidak tahu masalah, orang dari luar tidak tahu kesulitan-kesulitan yang dialami oleh masyarakat. Akhirnya ini buat kita semua jadi susah. Kita semua tidak mau hal ini berlarut-larut,” pintanya.

Bupati juga menegaskan bahwa bukan tugas dia yang akan mengoreksi siapa yang salah dan siapa yang benar.

“Itu adalah tugas TNI/Polri dan ada penegakan hukum yang harus diterima. Jangan kita korbankan satu dua orang, atau kita korbankan orang banyak. Maka siapapun dan dari pihak manapun yang menolak ketentuan hukum tentu akan diproses,” kembali tegasnya.

Selain penegakan hukum yang harus berjalan, lanjut Bupati, masing-masing ohoi harus menjaga keamanan dan ketertiban wilayahnya termasuk para pemuda.

"Tidak boleh menyerang satu sama lain, nanti ada campur tangan dari para pastor, para pendeta, para uztad juga para Raja dan ada beberapa tempat yang dikunjungi. Saya tidak bicara batas-batas tanah. Yang saya inginkan masyarakat ini harus hidup damai,” lanjutnya.

Bupati juga tak bisa menutupi kekecewaannya atas dampak dari konflik yang terjadi.

“Saya sudah berusaha maksimal, jalan, air, listrik semua sudah tapi tiba-tiba habis dalam sekejap. Saya cuma minta jangan orang lain datang memprovokasi, mempengaruhi lagi karena yang rasa kita sendiri. Jadi saya datang untuk mengatakan ini bahwa yang hatinya tidak baik maka nanti Hukum Larvul Ngabal akan melihatnya," tukasnya.

(dp-52)

Label: