Keluarkan Imbauan Resmi Sikapi Konflik di Elat, Bupati Malra : Tidak Ada Pertikaian Agama

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun

Langgur, Dharapos.com Dua kelompok masyarakat di Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara kembali terlibat konflik.

Pertikaian antara warga Ohoi Bombay dan Ohoi Elat ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga kerugian material.  

Menyikapi itu, Bupati setempat M. Thaher Hanubun langsung mengeluarkan imbauan resmi dengan Nomor : 1008/3721/Setda yang ditujukan kepada seluruh camat se - Kabupaten Maluku Tenggara.

Ditandatangani langsung oleh Bupati Hanubun, imbauan ini juga sekaligus merupakan instruksi yang ditujukan kepada 11 Camat  untuk segera dilaksanakan.

“Menyikapi insiden pertikaian kedua kelompok masyarakat di pulau Kei Besar, maka diperlukan langkah-langkah preventif agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ungkapnya, Minggu (13/11/2022).

Bupati memerintahkan seluruh camat di wilayah Kabupaten Malra agar segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam hal ini, tokoh agama dan tokoh masyarakat guna membacakan himbauan tersebut pada setiap rumah ibadah atau melalui pengeras suara pada masing-masing ohoi di kecamatan masing-masing.

“Ini adalah insiden yang sangat memilukan, sehingga berbagai langkah koordinatif baik dengan pihak TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat harus terus dilakukan guna memulihkan kondisi agar kondusif kembali serta berupaya mendamaikan kedua kelompok warga yang bertikai,” harapnya.

Selain itu, dalam proses pemulihan, Bupati juga mengimbau agar kedua kelompok yang bertikai dapat menahan diri dan menghentikan pertikaian sambil menunggu langkah yang diambil Pemerintah daerah dengan pihak terkait dalam penyelesaian konflik ini.

Semua pihak agar tidak terprovokasi dengan berbagai isu dan informasi yang beredar yang diyakini belum tentu benar adanya. Termasuk menyebarkan foto atau video yang berpotensi memicu kemarahan, serta mewaspadai penyebaran (kabar bohong) serta ujaran kebencian.

“Berbagai langkah persuasif telah dilakukan antara Pemerintah daerah, TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dengan cepat, tegas dan terukur dalam upaya penegakan hukum demi pemulihan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Selaku Kepala Daerah, Bupati Hanubun dengan tegas menyatakan bahwa konflik yang terjadi antara Ohoi Bombay dan Elat tidak ada kaitanya dengan pertikaian antar agama.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara dan sekitarnya agar tetap merawat dan menjaga perdamaian dan persaudaraan sejati di bumi Larvul Ngabal,” pungkasnya.

(dp-52)

Label: